Perang Iran-Israel, Pengusaha Terigu Sebut Pasokan Impor Gandum Tak Terganggu
Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia menyatakan naiknya tensi perang Iran-Israel tidak akan mengganggu pasokan gandum ke dalam negeri. Selain itu, konflik geopolitik dinilai tidak mempengaruhi harga gandum yang dinikmati produsen lokal.
Berdasarkan catatan Aptindo, pasokan gandum nasional sudah berganti dari Eropa ke tiga negara, yakni Australia, Kanada, dan Argentina. Pergeseran negara asal impor tersebut terjadi sejak 2022 sampai tahun ini.
"Perang Iran-Israel mungkin secara tidak langsung dapat berdampak pada biaya angkutan laut gandum ke dalam negeri. Saya kira hanya itu," kata Ketua Umum Aptindo Franky Welirang kepada Katadata.co.id, Senin (23/6). Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk ini mengatakan pasar gandum dunia sejauh ini cukup stabil sehingga impornya pun tidak akan terganggu.
Negara pemasok gandum utama ke dalam negeri kini dilakukan oleh Australia dengan rata-rata volume 4 juta ton pada 2021-2024. Selama empat bulan pertama tahun ini, volume impor gandum dari Negeri Kangguru mencapai 1,55 juta ton atau 41,78% dari total impor.
Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyatakan perang Iran-Israel mulai berdampak pada rantai pasok global, termasuk ke Indonesia. Sejumlah komoditas strategis seperti gandum, kedelai, gas, dan bahan bakar minyak (BBM) terancam terganggu akibat meningkatnya tensi geopolitik tersebut.
Wakil Ketua Umum Apindo Sanny Iskandar menjelaskan gangguan ini terutama disebabkan terganggunya jalur logistik internasional, terutama jalur yang melewati Selat Hormuz. Jalur ini dikenal sebagai salah satu titik vital perdagangan global, termasuk pasokan energi.
Dampak tersebut juga akan berimbas pada biaya produksi dan distribusi di sektor industri yang bergantung pada komoditas tersebut. Karena itu, pemerintah perlu menyiapkan langkah mitigasi untuk menjaga stabilitas pasokan logistik dalam negeri, khususnya untuk energi.
“Hal ini penting agar industri manufaktur dan pangan tetap dapat menjalankan kegiatan usahanya,” ujar Sanny.
