Del Monte Bangkrut Setelah 138 Tahun, Konsumen Mulai Tinggalkan Makanan Kaleng?

Tia Dwitiani Komalasari
7 Juli 2025, 11:57
Del Monte
Instagram @delmonte
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Del Monte Foods, perusahaan yang terkenal dengan buah dan sayuran kalengan tengah mengajukan kebangkrutan. Berdasarkan dokumen pengadilan, perusahaan yang telah berdiri 138 tahun tersebut mencatat utang mencapai US$1 miliar dan US$10 miliar atau sekitar Rp 162 triliun, menurut dokumen pengadilan.

Perusahaan juga telah mengumumkan bahwa mereka tengah menjalani proses penjualan untuk semua asetnya. Di antara lini produk perusahaan tersebut terdapat sejumlah bahan pokok dapur yang terkenal, termasuk kaldu College Inn dan tomat kaleng Contadina, serta merek andalannya Del Monte.

“Setelah evaluasi menyeluruh terhadap semua opsi yang tersedia, kami memutuskan bahwa proses penjualan yang diawasi pengadilan adalah cara yang paling efektif untuk mempercepat pemulihan kami dan menciptakan Del Monte Foods yang lebih kuat dan bertahan lama,” kata Presiden dan CEO Greg Longstreet dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari CNN, Senin (7/7).

Del Monte mengatakan bahwa mereka memperoleh pendanaan baru sebesar US$912,5 juta yang akan memungkinkan perusahaan untuk tetap bertahan selama proses penjualan dan akan menjaga perusahaan beroperasi seperti biasa saat memasuki musim pengalengan puncak. 

“Dengan struktur modal yang lebih baik, posisi keuangan yang lebih baik, dan kepemilikan baru, kami akan berada pada posisi yang lebih baik untuk meraih kesuksesan jangka panjang,” tambah Longstreet.

Kenapa Del Monte Bangkrut?

Ia mengatakan bahwa perusahaan telah menghadapi tantangan yang semakin intensif akibat lingkungan ekonomi makro yang dinamis. Hal itu teruatam konsumen yang mengurangi pengeluaran mereka dan semakin beralih ke pengeluaran untuk merek dagang pribadi.

Sementara itu Kepala Hukum dan Restrukturisasi Global di Debtwire, Sarah Foss, mengatakan bahwa permintaan konsumen Del Monte telah menurun. Hal ini menyebabkan perusahaan mengeluarkan biaya yang lebih besar terkait dengan kelebihan persediaan yang harus disimpan dan berusaha dikeluarkan dari rak dengan peningkatan pengeluaran promosi.

“Preferensi konsumen telah beralih dari makanan kaleng yang mengandung bahan pengawet ke alternatif yang lebih sehat," ujarnya.

Del Monte memulai usahanya pada tahun 1886 dan membangun pabrik pengalengan yang terkenal di San Francisco pada tahun 1907. Perusahaan tersebut mengklaim bahwa mereka mengoperasikan pabrik pengalengan buah dan sayuran terbesar di dunia pada tahun 1909.

Sementara itu, Toronto Sun menulis jika konsumen di Kanada telah beralih secara tegas ke alternatif beku dan segar. Kesenjangan kualitas telah menyempit secara substansial karena kemajuan dalam pembekuan cepat telah mempertahankan kandungan nutrisi dengan cara yang tidak dapat ditandingi oleh produk kalengan.

Harga eceran untuk barang beku juga telah stabil, memberi konsumen lebih banyak pilihan dan merusak proposisi nilai tradisional dari makanan pokok kalengan.

Namun demikian, masalah Del Monte jauh lebih dalam daripada sekadar preferensi konsumen yang terus berkembang. Perusahaan tersebut menghadapi utang lebih dari satu miliar dolar dan telah gagal menyesuaikan lini produk dan mereknya untuk memenuhi selera modern.

Perusahaan tersebut juga terkejut oleh guncangan geopolitik. Tarif baja dan aluminium yang diberlakukan selama pemerintahan Trump meningkatkan biaya pengemasan, sehingga mengikis margin yang sudah tipis. Hanya sedikit perusahaan di bidang ini yang terpapar tekanan tersebut seperti Del Monte.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...