Bukan Ditutup, Stasiun Karet akan Digabung dengan Stasiun BNI City
Kementerian Perhubungan menyatakan pemerintah tidak akan menutup pengoperasian Stasiun Karet di Jakarta. Namun, layanan stasiun tersebut akan digabungkan dengan Stasiun BNI City dalam waktu dekat
Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Kemenhub, Arif Anwar mengatakan penggabungan Stasiun Karet dan Stasiun BNI City merupakan bagian dari rencana penataan kawasan oleh Pemerintah Provinsi Jakarta. Namun Arif menekankan penataan kawasan tersebut akan dilakukan secara bertahap.
"Sebagian proses pembangunan integrasi Stasiun Karet dan Stasiun BNI City sudah dimulai di bagian Stasiun BNI City. Untuk penataan kawasan Stasiun Karet masih dalam tahap kajian," kata Arif di katornya, Kamis (31/7).
Arif mengatakan penataan kawasan tersebut akan memudahkan akses pengguna ke Stasiun Karet nantinya. Karena itu, Arif menegaskan pemerintah tidak akan menutup layanan Stasiun Karet, namun diintegrasikan dengan layanan Stasiun BNI City.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan pemerintah tidak akan menelantarkan Stasiun Karet pada April 2025. Namun Dudy berencana untuk menghubungkan Stasiun Karet dan Stasiun BNI City dalam waktu dekat.
PT KCI menyatakan telah merancang konsep ruang publik di Stasiun BNI City. Area tersebut akan dilengkapi gerai jajanan dan fasilitas ramah pejalan kaki.
Adapun proses integrasi tiga stasiun, yakni Stasiun Karet, Stasiun BNI City, dan Stasiun Sudirman, telah dilakukan sejak 2020. Saat ini, PT KCI telah merampungkan pemasangan kanopi di ujung barat Stasiun BNI City.
VP Corporate Secretary KAI Commuter Joni Martinus mengatakan integrasi operasional Stasiun Karet dan BNI City dapat memangkas waktu perjalanan kereta bandara, dari 56 menit menjadi 40 menit, dengan keberangkatan awal dari Stasiun Manggarai.
“Dengan integrasi moda transportasi yang bermuara di Stasiun BNI City, penumpang diharapkan dapat menghemat waktu lebih banyak sehingga bisa sampai ke bandara tepat waktu," kata Joni dikutip dari Antara.
Kereta bandara diharapkan bisa menjadi pendukung ekosistem konektivitas ke Bandara Soekarno-Hatta dari dan menuju pusat kota Jakarta. Sesuai data yang terangkum, kata dia, dari sekitar 56 juta penumpang Bandara Soekarno-Hatta setiap tahunnya, dalam setahun terakhir (2024), sudah tercatat sekitar 1,5 juta orang yang menuju bandara menggunakan Commuter Line Basoetta.
“Dengan peningkatan layanan Commuter Line Basoetta ini ditargetkan akan melayani sekitar 20 persen atau 10 juta orang dari total pengguna pesawat di Bandara Soekarno-Hatta," ucap Joni.
