7 Poin Terkait Dirut Agrinas Pangan Mundur, Sebut Tak Dapat Anggaran 6 Bulan
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota, mengundurkan diri dari jabatannya setelah enam bulan menjabat. Joao mengatakan sudah mengajukan surat pengunduran diri pada Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara pada Senin (11/8).
Dia menyampaikan permohonan maafnya karena belum dapat memberikan kontribusi yang nyata dan langsung pada ekonomi negara maupun kesejahteraan petani.
"Oleh karena itu kami dengan sangat menyesal kami mohon maaf kepada seluruh warga negara, khususnya kepada petani dan pejabat negara yang sudah menunjuk kami untuk mengemban jabatan ini, perkenankan saya menyampaikan pengunduran diri saya dan meminta maaf," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (11/8).
Berikut 7 poin terkait Direktur Agrinas Pangan yang mundur dari jabatannya:
1. Joao meminta maaf dan membungkuk
Joao mengumumkan pengunduran dirinya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (12/8). Dalam kesempatan itu, Joao pun berdiri dan membungkuk sebagai bentuk permohonan maaf. Dia mengaku merasa gagal mewujudkan ketahanan pangan.
"Saya merasa malu dan sangat bertanggung jawab atas sesuai yang terjadi selama enam bulan ini,” ujarnya.
2. Agrinas belum dapat anggaran
Joao mengatakan salah satu alasan pengunduran dirinya adalah Agrinas Pangan yang belum mendapatkan anggaran selama enam bulan. Padahal, dia sudah mengajukan kajian studi sebanyak 3-4 kali pada Danantara.
Dia mengatakan, Presiden Prabowo Subianto memiliki visi dan misi serius dalam membangun pertanian Indonesia. Dia menilai Prabowo ingin membuat langkah percepatan untuk membangun pertanian Indonesia yang sudah tertinggal, sehingga bisa mencapai kedaulatan pangan.
"Tapi ini tidak didukung oleh para para pembantu-pembantunya, sehingga kami sampai hari ini tidak mendapatkan dukungan maksimal untuk bisa melakukan langkah-langkah nyata yang sudah kami siapkan, termasuk dukungan anggaran bagi Agrinas Pangan Nusantara," ujarnya
3. Sebut birokrasi Danantara berbelit-belit
Dia mengatakan, Danantara merupakan badan yang dibentuk untuk mempercepat atau mempersingkat proses kegiatan yang sifatnya bersifat bisnis. Hal itu termasuk menentukan anggaran Agrinas Pangan yang merupakan Badan Usaha Milik Negara.
"Danantara (seharusnya) bukan lagi membangun birokrasi yang sangat panjang, berbelit belit, yang hampir tidak mungkin kita wujudkan. Itulah birokrasi yang dipertahankan dan masih dipraktekkan di dalam Danantara, sehingga sampai hari ini pun kami masih dimintakan fs (feasibility study/analisis studi), yang sampai saat ini sudah ketiga atau keempat kami serahkan," ujarnya.
4. Profil Joao
Joao mengatakan dirinya memiliki rekam jejak di sektor swasta murni yang terbiasa bekerja dengan cepat, singkat dan prosedur yang tidak berbelit-belit. Dikutip dari laman perusahaan Yodya Karya, Joao memiliki latar belakang seorang profesional dengan pengalaman yang luas di bidang konstruksi, pertanian, peternakan, serta industri kreatif.
Dia kemudian diangkat sebagai Direktur Utama PT Yodya Karya (Persero) berdasarkan Surat Keputusan Kementerian BUMN No. 32/MBU/02/2025 tanggal 10 Februari 2025 Joao. Perusahaan pelat merah tersebut kemudian berubah nama menjadi PT Agrinas Pangan Nusantara.
Pada Februari 2025, Joao juga menerima anugerah Dharma Pertahanan Madya oleh Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin. Dharma Pertahanan Madya adalah sebuah penghargaan yang diberikan kepada individu yang telah berjasa dalam menjaga kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah NKRI, dan melindungi segenap bangsa Indonesia melalui bidang pertahanan.
Dikutip dari laman perpustakaan nasional Australia catalogue.nla.gov.au, Joao pernah menjadi salah satu penulis buku "The Fight for Freedom of Timor Loro Sa'e People: a Plus Trilogy". Adapun buku tersebut salah satunya memiliki tema politik pro-integrasi Timor Timur ke Indonesia.
5. Danantara proses pengunduran diri Agrinas
Chief Executive Officer Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menghormati keputusan pribadi Joao Angelo De Sousa Mota untuk mengundurkan diri dari jabatan Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara.
“Keputusan ini kami hargai sebagai langkah profesional, dan akan diproses sesuai ketentuan serta tata kelola perusahaan yang berlaku,” kata CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani dalam keterangan tertulis, Senin (11/8).
Dia memastikan seluruh operasional PT Agrinas Pangan Nusantara tetap berjalan normal, termasuk layanan kepada mitra dan pemangku kepentingan akan dilaksanakan seperti biasa.
“Proses transisi kepemimpinan akan dilakukan secara tertib, terukur, dan terencana untuk memastikan kelancaran program strategis serta kesinambungan arah dan tujuan perusahaan,” ujarnya.
6. Danantara tegaskan kedepankan prinsip kehati-hatian
Rosan mengatakan Danantara Indonesia menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG) secara ketat di seluruh aspek operasional. Setiap aksi korporasi, termasuk di PT Agrinas Pangan Nusantara, dilaksanakan setelah melalui kajian kelayakan yang komprehensif dan sesuai prosedur yang berlaku.
Menurut dia, proses yang sedang berjalan memastikan setiap keputusan diambil dengan prinsip kehati-hatian, mendukung keberlanjutan kinerja perusahaan, serta menjaga kepercayaan pemangku kepentingan.
"Sebagai pengelola investasi strategis, Danantara Indonesia berkomitmen pada transparansi, akuntabilitas, dan penerapan tata kelola perusahaan yang baik di seluruh entitas usaha," kata Rosan melalui keterangan tertulis, Senin (11/8).
7. Latar Belakang Agrinas
Agrinas merupakan perusahaan bekas tiga BUMN karya, yaitu irama Karya, Yodya Karya, Indra Karya yang bisnisnya diperluas. Virama Karya menjadi PT Agrinas Jaladri Nusantara, Yodya Karya menjadi PT Agrinas Pangan Nusantara, dan Indra Karya menjadi PT Agrinas Palma Nusantara.
PT Agrinas Jaladri Nusantara fokus pada sektor perikanan, PT Agrinas Pangan Nusantara fokus pada sektor pertanian, dan PT Agrinas Palma Nusantara. Sejauh ini ketiga BUMN tidak masuk dalam holding BUMN Perkebunan, PTPN III dan holding BUMN Pangan, ID Food.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya mengundang sejumlah menteri Kabinet Merah Putih ke Istana Merdeka Jakarta pada Senin (24/3) untuk membahas prospek kinerja Agrinas, Bekas tiga BUMN Karya ini akan menjadi perpanjangan tangan pemerintah untuk mengejar target swasembada pangan.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyebut, ada sejumlah proyek strategis Agrinas yang saat ini sudah mulai berjalan, seperti tambak budidaya ikan, perkebunan sawit, dan sarana pengolahan padi dan jagung.
“Akan dibangun 20.000 hektar di Jawa. Itu budidaya ikan. Kemudian, ada juga dari Agrinas Palma mengenai perkebunan sawit, rencananya 1 juta hektare,” kata Zulhas usai mengikuti Rapat Terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah menteri di Istana Kepresidenan, Selasa (25/3).
