Marak Penjarahan, Toko Barang Mewah Setop Beroperasi dan Gudangkan Produk Mahal

Andi M. Arief
1 September 2025, 14:18
Pengunjung berjalan menuju salah satu gerai di pusat perbelanjaan Sarinah, Jakarta, Kamis (7/8/2025). Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tumbuh 5,12 persen pada kuartal II 2025 yaitu naik dari 4,87 persen di
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym.
Pengunjung berjalan menuju salah satu gerai di pusat perbelanjaan Sarinah, Jakarta, Kamis (7/8/2025). Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tumbuh 5,12 persen pada kuartal II 2025 yaitu naik dari 4,87 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia atau Hippindo menyatakan toko produk mewah di mal sempat menghentikan operasi atau menggudangkan produk dengan harga tertingginya pada 30-31 Agustus 2025. Kondisi tersebut seiring dengan maraknya aksi sekelompok massa hingga terjadi penjarahan akhir pekan lalu.

Ketua Umum Hippindo Budiharjo IduansjahBudiharjo mengatakan kebijakan tersebut terutama dilakukan pada pusat perbelanjaan yang ada di titik aksi seperti Plaza Senayang yang dekat Gedung Polda Metro Jaya dan Gedung DPR. Namun demikian, semua barang tersebut kini muai dipajang kembali.

"Mulai hari ini dan besok, Selasa (2/9), operasi di toko barang mewah sudah beroperasi normal. Kemarin kondisi demonstrasi cukup parah, jadi seluruh stok ditarik. Namun hari in mulai normal," kata Ketua Umum Hippindo Budiharjo Iduansjah kepada Katadata.co.id, Senin (1/9).

Berdasarkan pantauan Katadata.co.id, rata-rata harga yang dijual di toko untuk masyarakat kelas atas tersebut setidaknya Rp 2 juta per produk. Sebagai contoh, toko Nike di Grand Indonesia memajang beberapa varian Air Jordan 40 di etalase paling depan dengan rata-rata harga Rp 2 juta per pasang. Sementara itu, toko The Watch Co. memamerkan Seiko Orange Monster SKX781 sekitar Rp 5,5 juta per unit.

Pengusaha Kehilangan Omzet Rp 500 Miliar

Budiharjo mengatakan peningkatan eskalasi demonstrasi yang dimulai Kamis (28/8) hingga kemarin, Minggu (31/8) membuat jumlah kunjungan dan transaksi ke ritel modern susut. Alhasil, Budiharjo menghitung peritel modern secara nasional kehilangan omzet sekitar Rp 500 miliar selama empat hari tersebut.

"Kerusuhan kemarin juga mengganggu program "Belanja di Indonesia Aja" edisi Happy Birthday Indonesia. Omzet ritel modern yang hilang selama empat hari itu sudah mencapai Rp 500 miliar," katanya.

Budiharjo mensinyalir penurunan omzet tersebut akan berlanjut jika kondisi di lapangan tidak membaik. Sebab, pihaknya telah berkoordinasi dengan asosiasi pengelola mal dan asosiasi peritel modern untuk mempersingkat waktu operasional jika kerusuhan kembali terjadi.

Karena itu, Budiharjo mengatakan peritel modern akan mengedepankan aspek keamanan dalam beroperasi pada pekan ini. Menurutnya, tujuan utama peritel modern selama tujuh hari ke depan adalah mengembalikan kepercayaan konsumen untuk berbelanja di dalam mal maupun ritel modern.

"Strategi utama kami pekan ini bukan peningkatan penjualan, tapi keamanan. Hal tersebut penting agar tidak ada panic buying dan membantu pemerintah membalikkan kondusifitas perekonomian di lapangan," ujarnya.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pusat Belanja Indonesia, Alphonzus Widjaja mengatakan waktu operasi mal akan disesuaikan dengan kondisi sekitar pada pekan lalu. Namun Alphonzus menilai seluruh mal di dalam negeri akan beroperasi normal mulai hari ini, Senin (1/9).


"Penyimpanan produk oleh toko barang mewah pada akhir pekan lalu merupakan hal yang normal saat melihat kondisi pekan lalu. Namun toko kebutuhan pokok akan kami dorong tetap beroperasi secara maksimal untuk melayani masyarakat," kata Alphonzus kepada Katadata.co.id, Senin (1/9).

Alphonzus menyampaikan pihaknya telah meminta dukungan pengamanan di wilayah mal kepada pemerintah untuk memastikan pengoperasian mal pada pekan ini. Namun Alphonzus belum menjelaskan respon yang diberikan pemerintah terkait permintaan tersebut.

Alphonzus menemukan ada peningkatan pembelian kebutuhan pokok di dalam mal pada akhir pekan lalu. Walau demikian, peningkatan pembelian tersebut masih dinilai dapat dikendalikan.

Walau demikian, Alphonzus mengaku telah berkoordinasi dengan para asosiasi peritel modern untuk mencegah kekosongan pasokan bahan pokok di dalam mal akibat peningkatan pembelian. Oleh karena itu, Alphonzus menyampaikan pihaknya juga telah meminta dukungan pengamanan pada pemerintah dalam proses distribusi bahan pokok ke mal.

"Pasokan kebutuhan pokok di dalam mal jangan sampai terganggu. Saya belum melihat gangguan yang signifikan dalam rantai distribusi bahan pokok ke pusat perbelanjaan sejauh ini. Semua masih terkendali," katanya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Andi M. Arief

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...