Danantara Kucurkan Rp 1,5 Triliun untuk Serap Gula Petani Lokal
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengatakan PT Danantara Asset Management (Persero)/Danantara melalui PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) maupun PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) sudah mulai menyerap gula dari petani.
“(Sudah terserap) 40 ribu ton, kan bertahap ya. Intinya itu bukan semua gula petani dibeli Danantara, tapi gula ini tidak diserap pasar” kata Sudaryono saat ditemui di Graha Mandiri, Jakarta, Kamis (11/9).
Dia tidak merincikan lebih lanjut penyerapan 40 ribu ton ini setara dengan berapa persen gula yang ingin diserap Danantara. Total anggaran yang dialokasikan danantara untuk menyerap gula petani mencapai Rp 1,5 triliun.
“Negara hadir membantu petani yang susah sehingga petaninya tetap terjaga harganya, kesejahteraan dan semangatnya terjaga,” ujarnya.
Dia meyakini besaran anggaran tersebut cukup untuk mengakomodasi gula-gula petani yang tidak diserap pasar.
Pemberian suntikan dana senilai Rp 1,5 triliun pada akhir Agustus lalu merupakan tindak lanjut terhadap usulan penguatan Cadangan Gula Pemerintah (CGP) yang disampaikan melalui surat Kepala Badan Pangan Nasional kepada Menteri BUMN tertanggal 14 Agustus 2025 dengan tembusan salah satunya ke Danantara.
Dalam catatan Bapanas, per 29 Agustus realisasi serapan gula petani totalnya telah mencapai 49,9 ribu ton. Ini terdiri dari ID FOOD Group 21,5 ribu ton. Lalu asosiasi pedagang 21,59 ribu ton dan SGN 6,9 ribu ton. Sisa target serapan yang belum terserap 31,9 ribu ton dan akan dilakukan secara bertahap setiap minggu atau saat periode pelaksanaan lelang gula petani.
