Uang Negara Rp 200 T Mengalir ke Himbara, Dana Kopdes Merah Putih Rp 1 T Cair
Pemerintah bakal menyalurkan sebagian dana Rp 200 triliun yang ditempatkan di bank milik negara untuk kredit ke Koperasi Desa Merah Putih atau KDPM. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan menargetkan pencairan kredit ke Koperasi Desa Merah Putih atau KDPM senilai Rp 1 triliun bisa berlangsung hari ini.
Zulhas mengimbau seluruh KDPM untuk segera membuat proposal bisnis yang menjadi syarat pengajuan kredit ke bank pelat merah. "Tolong kabar ini disebarluaskan agar teman-teman KDMP yang telah menanti pembiayaan begitu lama untuk disampaikan bahwa uangnya sudah ada. Saat ini tugas pengurus KDMP adalah membuat proposal bisnis dengan baik, sebab aturannya sudah jelas," kata Zulhas di kantornya, Senin (15/9).
Berdasarkan paparan Daya Anagata Nusantara, empat bank milik negara akan menyalurkan kredit senilai Rp 1,06 triliun kepada 1.064 unit KDMP. Keempat bank tersebut adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk, dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk.
Mayoritas kredit tersebut akan digunakan KDMP sebagai belanja operasional atau senilai Rp 808 miliar, sementara kredit senilai Rp 255,9 miliar akan digunakan sebagai belanja modal. Adapun penyaluran kredit terbesar akan dilakukan oleh BRI senilai Rp 400 miliar kepada 400 unit KDMP.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menjelaskan plafon kredit yang dapat diterima 16.000 KDMP tersebut tetap Rp 3 miliar. Sehingga, pemerintah menyiapkan dana di empat bank milik negara senilai Rp 48 triliun.
Pencairan ini menunggu Peraturan Menteri Keuangan (PMK). PMK yang dimaksud Ferry akan mengatur penggunaan uang negara yang kini disimpan di bank milik negara untuk KDMP.
"Pencairan uang pemerintah di bank senilai Rp 200 triliun menunggu Peraturan Menteri Keuangan yang baru. 16.000 unit KDMP akan dibantu pencairan kreditnya menggunakan aturan tersebut," kata Ferry.
Dana Kopdes Merah Putih Rp 1 Triliun Siap Cair
Menteri Koperasi, Ferry Juliantono menjelaskan nilai kredit yang bisa dicairkan hari ini adalah Rp 1 triliun. Pendanaan tersebut akan disalurkan pada KDMP pada desa mandiri yang telah beroperasi.
Ferry menyampaikan penyaluran kredit dalam program KDMP fase kedua akan menargetkan 16.000 unit KDMP dengan plafon Rp 3 miliar per koperasi. Dengan demikian, negara akan mengalokasikan Rp 48 triliun dari dana yang disimpan di bank pelat merah.
"Sesuai mandat, 16.000 KDMP akan mengajukan proposal bisnis untuk pengelolaan gerai, pengelolaan gudang, usaha logistik, usaha apotek,usaha klinik, dan membeli hasil produksi masyarakat sekitar," kata Ferry.
Ferry mengatakan pemerintah telah menyiapkan sistem pengawasan secara digital terkait kepatuhan pembayaran angsuran kredit tersebut. Di samping itu, setiap 10 KDMP akan dilengkapi personel asistensi bisnis yang yang membantu operasional setiap KDMP.
Terakhir, Ferry mencatat pemerintah telah mengalokasikan seorang Project Management Officer yang membantu setiap Dinas Koperasi dalam kegiatan pendampingan. "Sejauh ini proses pencatatan data setiap KDMP sudah dimulai dalam Sistem Informasi Manajemen KDMP. Dengan demikian, proses pengawasan KDMP dapat dilakukan secara digital," katanya.
Sebelumnya, pemerintah menempatkan dana Rp16 triliun pada Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk pembiayaan Kopdes Merah Putih. Tahun 2026, alokasi ini akan dilanjutkan sebesar Rp 67 triliun, sehingga total dukungan untuk koperasi desa mencapai Rp 83 triliun.
