Impor Sapi 40.500 Ekor, Kementan Sediakan 1,5 Juta Hektare Lahan untuk Investor

Mela Syaharani
16 September 2025, 16:15
impor
Vecteezy.com/Sophon Nawit
Emisi metana Brasil meningkat 6% antara tahun 2020 dan 2023, ketika eksportir daging sapi terbesar di dunia itu melepaskan 21,1 juta ton gas rumah kaca yang kuat ini.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengatakan hingga saat ini sudah ada 40.500 ekor sapi impor yang masuk ke Indonesia. Jumlah tersebut terdiri atas 29.000 ekor sapi pedaging dan 11.500 ekor sapi perah.

Importasi ini merupakan bagian dari investasi yang masuk ke Indonesia. Kementerian Pertanian hanya memfasilitasi investor untuk berinvestasi di tanah air.

Pemerintah sebelumnya menargetkan impor sapi tahun ini sebanyak 150 ribu ekor. Untuk mendukung target itu, Kementerian Pertanian sudah mengidentifikasi 1,5 juta hektare lahan yang bisa digunakan oleh calon investor.

“Kami mendampingi, mencari lokasi, perizinan untuk mempermudah siapapun masuk ke Indonesia. Ada beberapa calon investor besar (akan masuk) dari Brasil, Vietnam, dan Argentina,” ujar Sudaryono dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI, Selasa (16/9).

Sudaryono memastikan lahan yang ditawarkan pemerintah berasal dari aset BUMN, seperti Berdikari, Perhutani, hingga PTPN, bukan dari kepemilikan pribadi. “Ada banyak (lahan), baik di Pulau Jawa maupun luar Jawa,” katanya.

Target Impor Sapi Diturunkan

Meski begitu, Sudaryono menilai target impor sapi perah hidup tahun ini tidak akan mencapai 200.000 ekor. Pasalnya, investor asing baru akan merealisasikan komitmennya paling cepat pada akhir 2025.

“Saya meyakini target impor sapi perah sejumlah 200.000 ekor per tahun baru tercapai tahun depan, seiring berjalannya penuh program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ini akan memicu investor merealisasikan rencananya, sebab mereka tidak bisa gegabah,” katanya di Gedung DPR, Rabu (3/9).

Dengan demikian, target impor sapi perah tahun ini diturunkan menjadi 150.000 ekor. Hingga Januari–Mei 2025, realisasi impor baru sekitar 9.700 ekor.

Menurut Sudaryono, program MBG pada akhirnya akan meningkatkan permintaan susu segar dan daging sapi di dalam negeri. Namun, jumlah peserta MBG baru sekitar 20 juta orang, masih jauh dari target 82,9 juta orang pada akhir tahun.

“Investor peternakan sapi dari Vietnam dan Brasil dengan komitmen besar perlu banyak asistensi dan diyakinkan soal iklim investasi di dalam negeri,” ujarnya.

Sebelumnya, Sudaryono menegaskan kemudahan impor sapi perah tidak akan berlaku permanen. Insentif tersebut akan dihentikan setelah target penambahan populasi sapi perah sebanyak 1,3 juta ekor terpenuhi.

“Akses impor sapi perah nantinya bukan dihalangi, tetapi prosesnya tidak akan semudah saat ini,” katanya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...