Prabowo Resmikan Akad 26 Ribu KPR Rumah Subsidi, Bagian dari 3 Juta Rumah

Muhamad Fajar Riyandanu
29 September 2025, 16:21
prabowo, kpr. flpp
Katadata
Presiden Prabowo Subianto menyaksikan seremoni akad massal 26.000 unit KPR dengan skema FLPP di Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (29/9). Foto: M Fajar Riyandanu/Katadata
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Prabowo Subianto menyaksikan seremoni akad massal 26.000 unit kredit pemilikan rumah melalui skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) pada Senin (29/9). 

Prabowo dalam kegiatan yang berlangsung di Perumahan Pesona Kahuripan, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat itu juga menyerahkan secara simbolis kunci rumah kepada 10 debitur atau masyarakat yang hadir di lokasi.

Selain di Cileungsi, kegiatan serupa juga berlangsung di 100 titik di sejumlah kawasan di Tanah Air. Mereka terhubung dengan Prabowo di Cileungsi melalui sambungan telekonferensi video. 

Prabowo mengatakan program KPR FLPP untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) merupakan komitmen pemerintah untuk memenuhi kebutuhan dasar warga sekaligus motor penggerak ekonomi nasional. 

Dia mengatakan, kepemilikan atas rumah layak huni merupakan kebutuhan fundamental masyarakat bagi MBR yang selama ini dinilai sulit mengakses perumahan. 

"Perumahan selain memenuhi kebutuhan penting bagi rakyat, terutama yang MBR. (Perumahan) juga merupakan motor dari pertumbuhan dan pembangunan ekonomi," kata Prabowo.

Ketua Umum Partai Gerindra itu berharap target pemerintah soal pembangunan 3 juta rumah dapat segera terwujud. "Kita kasih target tinggi 3 juta rumah. Target itu harus kita capai," ujar Prabowo. 

Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, mengatakan kegiatan akad massal FLPP ini merupakan langkah pembiayaan rumah untuk mempercepat target 3 juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Pemerintah tahun ini menaikkan kuota subsidi menjadi 350 unit. Angka ini merupakan kenaikan tertinggi dari rata-rata FLPP yang berada di rentang 200 ribu sampai 220 ribu unit per tahun. 

"Tingkat kenaikan ini merupakan tingkat tertinggi sepanjang sejarah KPR subsidi FLPP. Penambahan kuota ini tentu makin memperluas kesempatan bagi MBR untuk memiliki rumah layak huni dengan harga terjangkau," kata Heru Pudyo pada kesempatan yang sama.

Heru mengatakan, KPR subsidi FLPP adalah program yang menarik bagi MBR karena syarat bunga lebih ringan dibandingkan kredit komersial. Angsuran yang dicicil oleh debitur sudah termasuk asuransi jiwa, kebakaran, hingga asuransi kredit

"Program ini diperuntukan utama dengan berbagai kemudahan fasilitas uang muka hanya 1%, bunga tetap 5% sampai lunas dan tenor cicilan yang panjang hingga 20 tahun," ujarnya. 

Sejumlah pejabat negara yang hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Menteri Permumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait. 

Selain itu turut hadir Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Gubernur Jawa Barat Dedy Mulyadi hingga Gubernur Jakarta Pramono Anung. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...