Aturan Tak Kunjung Terbit, Menperin Ragu Serapan Subsidi Motor Listrik Optimal

Andi M. Arief
8 Oktober 2025, 14:28
menperin, subsidi sepeda motor listrik
ANTARA FOTO/Muhammad Ramdan/Spt.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita ragu subsidi sepeda motor listrik dapat terserap  maksimal pada 2025. Sampai saat ini Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian belum menerbitkan aturannya. 

"Sekarang sudah Oktober. Bagaimana coba penyerapan subsidinya dan segala macam? Coba tanya ke Lapangan Banteng (Kantor Kemenko Perekonomian)," kata Agus di Kantor Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia di Jakarta, Rabu (8/10).

Agus menyampaikan pihaknya telah menyurati Kemenko Perekonomian. Skema dan konsep penyaluran insentif pembelian sepeda motor listrik telah siap diterapkan.

Saat ini, besaran subsidi yang akan diberikan per sepeda motor listrik belum diputuskan. Sebelumnya, Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza mengatakan subsidi sepeda motor listrik secepatnya terbit bulan ini. Anggaran insentif tersebut mencapai Rp 250 miliar untuk sekitar 36 ribu unit motor listrik.

Pemberian subsidi itu sudah disetujui Kementerian Keuangan. Namun pemerintah belum memutuskan pemberian bantuan ini akan berlangsung sampai kapan. 

Nilai subsidi motor listrik pada 2023 mencapai Rp 1,75 triliun, sedangkan pada 2024 mencapai Rp 5,25 triliun. Ada dua bentuk subsidi motor listrik pada 2023, yakni pembelian baru sebanyak 200 ribu unit dan konversi motor konvensional sebanyak 50.000 unit.

Sedangkan pada 2024, kuota pembelian baru motor listrik bersubsidi naik menjadi 600 ribu unit dan konversi motor konvensional sejumlah 150 ribu unit.

Asosiasi Dorong Kepastian Pemberian Insentif

Asosiasi Ekosistem Mobilitas Listrik atau AEML mendorong pemerintah meningkatkan kepastian insentif bagi sepeda motor listrik dalam waktu dekat. Insentif dianggap akan meningkatkan penggunaan kendaraan listrik atau EV di dalam negeri.

Sekretaris Jenderal AEML Rian Ernest Tanudjaja menyampaikan sepeda motor berkontribusi hingga 80% dari total kendaraan di dalam negeri. Insentif senilai Rp 7 juta bagi konsumen yang membeli sepeda motor listrik dinilai sangat membantu mendongkrak penjualan.

"Karena itu kami berharap ada kepastian insentif tersebut pada tahun ini. Kalau tidak ada insentif, diumumkan saja agar tidak ada lagi penahanan pembelian oleh konsumen," kata Rian dalam Katadata Sustainability Action for The Future Economy 2025, Kamis (11/9).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Andi M. Arief
Editor: Sorta Tobing

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...