MRT Jakarta Proyeksi Tingkat Kenyamanan Turun di 2027 Dampak Tambahan Penumpang

Andi M. Arief
8 Oktober 2025, 19:07
Penumpang berada di dalam gerbong kereta MRT Jakarta di Stasiun Blok M, Jakarta, Kamis (4/9/2025).
ANTARA FOTO/Muhammad Rizky Febriansyah/hma/agr
Penumpang berada di dalam gerbong kereta MRT Jakarta di Stasiun Blok M, Jakarta, Kamis (4/9/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT MRT Jakarta memproyeksikan tingkat kenyamanan penumpang akan turun pada 2027 akibat peningkatan jumlah pengguna sekitar 30%. Pada tahun tersebut Stasiun MRT Thamrin, Stasiun MRT Monas, dan kawasan transportasi terintegrasi atau TOD Dukuh Atas mulai beroperasi.

Direktur Operasi MRT Jakarta Mega Indahwati Natangsa memproyeksikan pengoperasian MRT sampai Monas akan menambah hingga 20 ribu penumpang harian. Dengan kata lain, jumlah penumpang harian akan naik 15% dari capaian bulan lalu sejumlah 130.878 orang.

"Rata-rata penumpang di sore hari mungkin mencapai 70% dari kapasitas angkut kami. Jadi, dari sisi matematis angka penumpang bisa lebih padat lagi, cuman tentu akan menjadi tidak nyaman," kata Mega di kantornya, Jakarta, Rabu (8/10).

Berdasarkan paparan MRT Jakarta, pengoperasian Stasiun MRT Thamrin dan Stasiun MRT Monas akan menambah jumlah penumpang hingga 50 ribu orang. Penambahan penumpang diperkirakan mencapai 200 ribu orang jika terhubung sampai Stasiun MRT Kota.

Karena itu, Mega menyampaikan solusi utama untuk meningkatkan kenyamanan pengguna MRT pada 2027 adalah menambah frekuensi perjalanan. Namun MRT Jakarta baru akan menambah jumlah rangkain pada 2029 setelah rute Utara-Selatan rampung hingga Stasiun MRT Kota.

"Kapasitas tampung masih akan cukup, tapi akan lebih tidak nyaman. Kami harus menambah jumlah rangkaian, tapi itu baru terjadi pada 2029," ujarnya.

Direktur Pengembangan Bisnis MRT Jakarta Farchad H. Mahfud memproyeksikan rampungnya pengembangan TOD Dukuh Atas akan menggandakan penumpang dari Dukuh Atas. Sebab, penumpang dari moda transportasi lain akan mudah melanjutkan perjalanan menggunakan MRT Jakarta.

Jembatan hasil pengembangan TOD Dukuh Atas akan memiliki fungsi interkoneksi antar moda transportasi yang membuat orang beralih ke transportasi umum. Ia memperkirakan jumlah pergerakan orang di TOD Dukuh Atas saat ini mencapai 80 ribu orang per hari. Adapun penumpang harian MRT Jakarta dari Stasiun MRT Dukuh Atas mencapai sekitar 27 ribu orang.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Andi M. Arief
Editor: Sorta Tobing

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...