Negosiasi Tarif Trump untuk CPO hingga Tekstil Ditargetkan Rampung Desember 2025

Andi M. Arief
20 Oktober 2025, 15:32
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan keterangan pers di sela Pertemuan Komite Negosiasi ASEAN DEFA ke-14 di Jakarta, Selasa (7/10/2025). Pertemuan Komite Negosiasi ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA) ke-14 yang berlangsung hingg
ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/nz
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan keterangan pers di sela Pertemuan Komite Negosiasi ASEAN DEFA ke-14 di Jakarta, Selasa (7/10/2025). Pertemuan Komite Negosiasi ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA) ke-14 yang berlangsung hingga 10 Oktober 2025 tersebut digelar untuk menciptakan kerangka regulasi dengan menyelaraskan kebijakan terkait pertumbuhan ekonomi digital di kawasan ASEAN.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan negosiasi perjanjian dagang resiprokal dengan Amerika Serikat rampung akhir 2025. Menurutnya, perundingan perjanjian tersebut masih berjalan sampai saat ini.

Untuk diketahui, salah satu isi perjanjian dagang yang dibahas adalah pengecualian beberapa komoditas Indonesia dari bea masuk di Amerika Serikat, seperti karet, kakao, kopi, tekstil, dan minyak sawit mentah. Dengan kata lain, pemerintah mendorong agar komoditas yang tidak dibuat di Negeri Paman Sam tidak mendapatkan bea masuk.

"Tahapan negosiasi perjanjian dagang resiprokal dengan Amerika Serikat saat ini adalah legal drafting. Tentu tahap ini membutuhkan waktu," kata Airlangga di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Senin (20/10).

Airlangga menargetkan proses negosiasi perjanjian dagang bilateral dengan Amerika Serikat rampung pada Desember 2025. Namun Airlangga belum memastikan kapan beberapa komoditas lokal dikecualikan dari bea masuk di pasar Negeri Paman Sam.

Menteri Perdagangan, Budi Santoso mengatakan negosiasi perjanjian dagang resiprokal dengan Amerika Serikat pasca penentuan tarif sebesar 19% baru dilakukan satu kali. Adapun perundingan selanjutnya akan dilakukan secepatnya pada pekan ini.

"Kemarin kami sudah sempat berunding, tapi tidak sempat selesai karena ada beberapa aturan yang mengganjal. Perkiraan perundingan selanjutnya setelah 20 Oktober 2025," kata Busan di Trade Expo Indonesia 2025, Rabu (15/10).

Untuk diketahui, pemerintah Indonesia menyepakati perjanjian dagang berupa peningkatan impor dari Amerika Serikat senilai US$ 22,7 miliar atau sekitar Rp 370 triliun. Kesepakatan tersebut dilakukan agar tarif produk lokal ke Negeri Paman Sam susut dari 32% menjadi 19%.

Sebelumnya, Presiden Prabowo menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (27/6), setelah menerima kunjungan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim. Salah satu yang dibahas yakni upaya memperkuat posisi Indonesia dalam negosiasi tarif dagang dengan Amerika.

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menekankan kepada jajaran, terkait pentingnya menciptakan ekosistem usaha yang kompetitif, dengan menghapus hambatan perizinan yang berbelit

"Presiden Prabowo meminta agar deregulasi sektor riil bisa berdaya saing dengan menghilangkan birokrasi perizinan sehingga bisa menjaga pertumbuhan ekonomi di dalam negeri," ujar Seskab Teddy dikutip dari keterangan pers, Sabtu (28/6).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Andi M. Arief

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...