Target Operasi Kopdes Merah Putih Molor Hingga Maret 2026
Seluruh Koperasi Desa Merah-Putih atau KDMP baru siap beroperasi pada Maret 2026. Sehingga, target pengoperasian 80.000 unit KDMP mundur dari sasaran awal pada bulan ini.
Berdasarkan laman resmi KDMP, total KDMP yang tergabung dengan Sistem Informasi Manajemen KDMP atau Simkopdes baru mencapai 63.711 unit. Adapun jumlah KDMP yang memiliki bangunan fisik setidaknya satu gerai baru mencapai 14.452 unit.
Dengan kata lain, lebih dari 65.000 unit KDMP tidak memiliki bangunan fisik. Adapun sebanyak 1.918 unit KDMP belum terhubung dengan Simkopdes maupun bangunan fisik.
"Mudah-mudahan Maret 2026 telah selesai pembangunan infrastruktur fisik untuk 80.000 unit KDPM dan siap masuk fase operasional," kata Menteri Koperasi Ferry Juliantono di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Selasa (21/10).
Ferry menyampaikan proses konstruksi KDMP akan bekerja sama dengan Holding Agrinas. Adapun Agrinas akan bertugas sebagai koordinator pembangunan infrastruktur fisik KDMP di penjuru negeri.
Infrastruktur fisik di antaranya pembangunan gerai usaha KDMP, seperti kios pupuk, pangkalan LPG, gerai sembako, kantor koperasi, gerai rantai pendingin, apotek desa, dan klinik desa. Selain itu, Agrinas dicanangkan bertanggung jawab dalam pengadaan kendaraan logistik di setiap KDMP.
Sebelumnya, Ferry mengatakan telah mendapatkan data KDMP yang siap melakukan percepatan pembangunan infrastruktur pendukung dari Kementerian Dalam Negeri. Adapun infrastruktur pendukung yang dimaksud adalah tujuh gerai bisnis KDMP, seperti kantor koperasi, gudang, dan pengadaan alat transportasi.
Ferry menyampaikan bentuk penyaluran dana terkait pembangunan infrastruktur dasar tersebut merupakan pinjaman. Namun, sumber dana untuk program tersebut tidak termasuk dalam dana pemerintah yang kini disimpan di bank milik negara senilai Rp 200 triliun.
Sebelumnya, Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara, Rosan P Roeslani mengatakan dana pembangunan infrastruktur dasar di Kopdes Merah Putih dalam langkah percepatan ini berasal dari dana desa. Seperti diketahui, Kementerian Keuangan telah mengalokasikan Dana Desa senilai Rp 60,6 triliun untuk membangun sebagian infrastruktur Kopdes Merah Putih pada 2026.
"Tugas kami adalah mengkoordinasi pembangunan fisik melalui salah satu perusahaan milik negara yang kami kelola. Dana pembangunan infrastruktur pendukung ini berasal dari Dana Desa telah disusun Kementerian Keuangan atas dasar pengalokasian oleh Kementerian Desa," katanya.
Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menganggarkan Rp 181,8 triliun dalam program pembangunan desa, koperasi, dan usaha mikro, kecil dan menengah tahun depan. Menurutnya, salah satu tujuan anggaran tersebut adalah pengembangan Kopdes Merah Putih.
Mayoritas dana tersebut dialokasikan untuk penempatan dana pemerintah di bank pelat merah senilai Rp 83 triliun. Menurutnya, anggaran tersebut akan digunakan khusus pengembangan Koperasi Desa Merah-Putih.
"Jadi, walaupun presiden menyampaikan Kopdes Merah Putih mendapatkan dana dari bank milik negara, namun dana itu dalam bentuk akses pinjaman kredit," kata Sri Mulyani di kantornya, Jumat (15/8).
