Mentan Sebut 27 Ribu Milenial Kini Jadi Petani, Gajinya Rp 20 Juta per Bulan

Mela Syaharani
22 Oktober 2025, 12:37
petani, amran sulaiman
ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/nym.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (kiri) didampingi Wakil Menteri Pertanian Sudaryono (kedua kiri) menyampaikan keterangan capaian kinerja satu tahun Kementerian Pertanian di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (22/10/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan saat ini puluhan ribu generasi milenial di Indonesia sudah menjadi petani. Hal ini terjadi karena pemerintah mentransformasi pertanian tradisional menjadi modern melalui pengembangan lahan pertanian seluas tiga juta hektare.

“Aarea tiga juta hektare ini membuat kita setara dengan negara maju, seperti Amerika Serikat dan Cina terkait teknologinya. Kami membuat kluster sehingga anak-anak muda turun, sampai sekarang 27 ribu (milenial) ikut,” kata Amran dalam konferensi pers di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (22/10). 

Selain teknologi, daya tarik bergabungnya generasi milenial bertani juga berasal dari jumlah pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan menjadi pegawai atau menekuni pekerjaan lain.

“Alhamdulillah testimoni mereka dari Merauke, Kalimantan, dan Aceh itu pendapatannnya rata-rata 15-20 juta per bulan,” ujarnya.

Capaian Kinerja Kementan

Selain bergabungnya generasi milenial sebagai petani, Amran juga menyampaikan sejumlah capaian kinerja Kementerian Pertanian pada tahun pertama kepemimpinan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Pertama, sektor pertanian menyumbang 13,83% produk domestik bruto, sesuai dengan data Badan Pusat Statistik dan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO). Amran menyebut capaian ini disebabkan adanya kenaikan harga pokok penjualan dari gabah kering panen dari Rp 5000 per kilogram menjadi Rp 6.500 per kilogram yang dinikmati oleh petani.

Kedua, berkaitan dengan angka serapan Perum Bulog mencapai 4,2 juta ton beras. Ketiga, kinerja ekspor pertanian naik 42,19% dibandingkan 2024. Keempat, peningkatan produksi beras per tahunnya, pada 2024 jumlahnya hanya 30 juta ton per tahun. Hingga hari ini produksi beras sudah 33,19 juta ton, diperkirakan hingga akhir tahun produksi sesuai BPS mencapai 34,3 juta ton.

“Naik 4 juta ton dalam satu tahun, ini adalah lompatan tertinggi sepanjang sejarah (Indonesia),” ujar Amran.

Dia mengatakan dengan perkiraan jumlah produksi ini, Indonesia akan mencapai swasembada beras dalam waktu secepat-cepatnya. “Alhamdulillah kalau tidak ada aral melintang, dalam satu dua bulan ke depan kita mencapai swasembada beras,” katanya.

Tak hanya beras, Amran juga berharap jumlah produksi jagung juga meningkat. Adapun capaian kinerja sektor pertanian yang terakhir berkaitan dengan terbitnya berbagai regulasi.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani
Editor: Sorta Tobing

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...