Logistik Indonesia Dorong Kolaborasi Global, Teknologi, dan Transisi Energi

Dini Hariyanti
Oleh Dini Hariyanti - Tim Publikasi Katadata
15 November 2025, 13:04
Diskusi logistik di dalam ALFI Convex 2025
ALFI Convex 2025
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Indonesia, melalui sektor logistik, terus mendorong terwujudnya  ekosistem logistik yang berkelanjutan. Komitmen ini ditegaskan dalam Indonesia Logistics Leaders  Forum 2025, yang menjadi bagian dari gelaran ALFI Convex 2025 di ICE BSD City, Tangerang. 

Di dalam upaya mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dan memastikan daya saing di kancah global,  peran sektor logistik di Indonesia menjadi semakin sentral dan multidimensional. 

Forum ini menghadirkan pemimpin industri logistik nasional, eksekutif BUMN, dan organisasi  internasional seperti FIATA, sebagai wadah diskusi strategis untuk memperkuat konektivitas,  mempercepat transisi menuju energi rendah karbon, dan meningkatkan daya saing logistik  Indonesia di tingkat ASEAN. 

Yukki Hanafi selaku Senior Vice President FIATA di dalam sesinya menyatakan, konektivitas memiliki peran yang jauh melampaui sekadar mengirim barang. 

"Konektivitas bukan hanya menggerakkan barang, namun juga menghubungkan ekonomi,  membangun ekonomi, memperdayakan manusia, dan terakhir membentuk masa depan  Indonesia," ujar Yukki dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu (15/11).

Sementara itu, Pjs. SVP Logistics Integration & Optimization Pertamina Dody Prasetya menuturkan bahwa  pengelolaan logistik perlu didasarkan pada kompetensi berskala global. Sebab di semua lini,  termasuk di Pertamina, operasi dan biaya telah dipantau dengan teknologi yang dapat memotret  performa secara detil. 

Ia juga menekankan pentingnya penggunaan teknologi dan kompetensi yang mumpuni dalam  sektor logistik untuk dapat bersaing di tingkat global, sehingga dapat memberikan efisiensi dan efektivitas saat bermitra. 

Pentingnya Kolaborasi antar Sektor 

Kolaborasi dan sinergi antar pelaku sektor logistik ditekankan sebagai kunci utama untuk  menghasilkan nilai tambah yang signifikan dan meningkatkan efisiensi operasional. Direktur Utama PT Interport Mandiri Utama Adi Darma  Shima menyampaikan bahwa dengan berkolaborasi,  potensi bisnis besar dapat dikelola secara langsung. 

Beliau menyoroti bahwa menciptakan sinergi memerlukan inisiatif proaktif dari para pelaku, bukan  menyerah pada keadaan yang sulit. Adi menekankan adanya kerinduan untuk bermitra dengan  pemain-pemain di level regional. Menurutnya, kolaborasi yang kuat adalah pondasi untuk  membangun jaringan logistik yang lebih efektif dan saling menguntungkan. 

Pesan mengenai pentingnya kolaborasi ini diamini Rakhmad Dewanto selaku Direktur Utama PLN  Energi Primer Indonesia (EPI). Sebagai perusahaan listrik nasional, PLN memiliki kewajiban  menyediakan energi, yang mana peran logistik di dalamnya menjadi sangat krusial. 

Beliau menyatakan bahwa PLN EPI, sebagai motor logistik di sektor Energi Primer, menyadari  bahwa tugas besar ini tidak dapat diselesaikan sendiri. 

"Kami sangat senang sekali dengan dukungan para partner yang sekarang ada," ujarnya.

Untuk pengembangan ke depan, PLN EPI secara aktif menginginkan adanya kolaborasi dan  kesempatan untuk saling berbagi.

Pentingnya kolaborasi juga ditekankan Direktur Utama PT Pelindo Solusi  Logistik Joko Noerhudha. Sebagai BUMN, tugas utama Pelindo Group adalah membangun kapasitas logistik untuk seluruh masyarakat Indonesia.

Joko menegaskan komitmen Pelindo untuk selalu hadir dan memfasilitasi kebutuhan logistik, memastikan bahwa berapapun pertumbuhan ekonomi Indonesia,  infrastruktur dan layanan logistik akan selalu tersedia untuk mendukungnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...