Bosch Bangun Pabrik Komponen Kendaraan Listrik di Cikarang, Investasi Rp 4,8 T
PT Bosch Indonesia memulai pembangunan pabrik barunya yang dapat menyerap investasi hingga EUR 259 juta atau sekitar Rp 4,84 triliun di Cikarang, Jawa Barat. Pabrik tersebut akan meningkatkan kapasitas produksi Bosch di dalam negeri hingga dua kali lipat dari pabrik eksisting.
Managing Director Bosch Indonesia Pirmin Rieger mengatakan realisasi investasi di pabrik yang sedang dibangun akan mengikuti perkembangan permintaan pasar domestik. Menurutnya, penyesuaian investasi di pabrik baru dimungkinkan lantaran jenis pabrik yang dibangun merupakan pabrik modular.
"Nilai investasi terendah dari pabrik ini adalah bangunan yang sedang dibagun, sedangkan nilai investasi tertinggi adalah mesin produksi yang akan dipasang. Namun pabrik ini dapat menyerap investasi hingga EUR 250 juta," kata Pirmin saat upacara peletakan batu pertama pabrik Bosch di Cikarang, Rabu (19/11).
Pirimin menjelaskan pabrik modular dipilih agar pabrik dapat dengan cepat merubah pengaturan mesin produksi sesuai dengan perubahan preferensi konsumen. Sebab, pabrik modular memungkinkan penambahan dan pengoperasian banyak jenis mesin produksi untuk beroperasi pada waktu yang sama.
Menurutnya, pengoperasian pabrik tersebut dapat dilakukan pada awal 2027. Pirmin menyampaikan mayoritas hasil produksi pabrik terbaru Bosch akan memasok komponen untuk industri domestik. Menurutnya, salah satu pemicu peningkatan realisasi investasi adalah perkembangan permintaan kendaraan listrik atau EV di dalam negeri.
Untuk diketahui, Bosch Indonesia telah memiliki pabrik di kawasan yang sama yang memproduksi electronic control unit atau ECU sejak 2018. Pirmin menyampaikan ECU yang diproduksi pihaknya akan menjadi komponen untuk EV.
Seperti diketahui, ECU merupakan otak sebuah EV yang menjadi bagian dari sistem penggerak motor listrik. Peraturan Menteri Perindustrian No. 6 Tahun 2022 menetapkan sistem penggerak motor listrik memiliki kontribusi 11% dari total produksi EV.
Di samping itu, Pirmin menyampaikan pabrik tersebut akan memproduksi dua komponen EV lainnya, yakni kipas pendingin dan penyeka kaca mobil. Adapun produk terakhir yang akan diproduksi pabrik tersebut adalah pengeras suara untuk ruangan.
Pirmin berencana menambah jenis komponen otomotif sesuai dengan perkembangan pasar EV domestik pada 2027-2028, salah satunya sistem manajemen baterai atau BMS untuk EV. Menurutnya, BMS tersebut dapat membantu produksi EV roda empat maupun roda dua di dalam negeri.
Untuk diketahui, BMS merupakan bagian dari baterai yang berkontribusi sebesar 30% dari sebuah produksi EV. Pirmin menjelaskan BMS merupakan salah satu komponen besar dalam pembuatan baterai untuk EV.
"Kami melihat pemerintah akan mengeluarkan regulasi tambahan terkait TKDN untuk pengembagan ekosistem baterai EV di dalam negeri. Jadi kami melakukan langkah proaktif terkait hal tersebut lantaran produsen EV harus menambah lokalisasi komponen baterai pada masa depan," ujarnya.
