MBG Dorong Konsumsi Tepung Terigu, Produsen Belum Perlu Tambah Kapasitas
Konsumsi tepung terigu diperkirakan akan kembali naik 5% secara tahunan pada tahun ini akibat program makan bergizi gratis atau MBG. Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia menilai tepung terigu berpeluang menjadi salah satu bahan baku program MBG karena telah difortifikasi vitamin dan dapat diolah menjadi beragam produk pangan.
“Ada beberapa makanan olahan berbasis tepung terigu yang bisa masuk dalam program MBG, seperti bakmi dan remah roti,” kata Direktur Eksekutif Aptindo Ratna Sari Loppies kepada Katadata.co.id, Rabu (7/1).
Jumlah penerima manfaat program MBG tercatat telah mencapai 55 juta orang per Selasa (6/1). Pemerintah menargetkan jumlah tersebut meningkat menjadi 82,9 juta penerima paling lambat pada Maret 2026.
Seiring program tersebut volume konsumsi tepung terigu nasional pada tahun ini diproyeksikan mencapai 7,82 juta ton atau tumbuh sekitar 5% secara tahunan. Adapun konsumsi tepung terigu sepanjang 2025 tercatat sebesar 7,41 juta ton, naik 5,48% dibandingkan capaian 2024 yang sebesar 6,86 juta ton.
Berdasarkan data Aptindo, mayoritas tepung terigu di dalam negeri diserap oleh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan volume mencapai 5,16 juta ton pada tahun lalu. Pengguna terbesar berasal dari segmen toko roti dengan konsumsi sekitar 1,72 juta ton.
