Stok Melimpah, Bulog Bidik Ekspor Beras ke Negara Asia Tenggara

Andi M. Arief
12 Januari 2026, 15:02
ekspor beras Bulog
ANTARA FOTO/Andri Saputra/YU
Pekerja menyusun beras di Gudang Bulog Ternate, Maluku Utara, Jumat (24/10/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengklaim telah menyiapkan cadangan beras untuk ekspor sejumlah 1 juta ton pada tahun ini. Target pasar ekspor beras tersebut adalah negara-negara di Asia Tenggara.

"Kami menargetkan negara tetangga dulu sebagai negara tujuan ekspor kami. Setelah itu, kami akan memasarkan beras ke negara-negara yang membutuhkan bantuan atau daerah konflik," kata Rizal di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin (12/1).  

Rencana ekspor tersebut tidak akan mengganggu volume cadangan beras pemerintah atau CBP. Badan Pangan Nasional menetapkan Bulog harus memiliki stok CBP sejumlah 2 juta ton setiap saat sejak akhir 2024.

Stok CBP dinilai terjaga akibat proyeksi peningkatan produksi beras hingga 15% secara tahunan menjadi hampir 40 juta ton pada tahun ini. Badan Pusat Statistik memperkirakan produksi beras pada tahun lalu naik 13,36% dari capaian 2024 sejumlah 30,62 juta ton menjadi 34,71 juta ton.

Karena itu, pemerintah telah menugaskan Bulog untuk menyerap beras produksi nasional sejumlah 4 juta ton. Angka tersebut lebih tinggi sekitar 25% dari realisasi pengadaan Bulog sepanjang 2025 sekitar 3,2 juta ton.

"Stok kami pada tahun ini banyak, karena itu kami diperintahkan untuk menyiapkan stok khusus ekspor 1 juta ton tahun ini," katanya.

Pemerintah sedang menyiapkan aturan yang membolehkan Bulog menambah 100 unit gudang tahun ini. Infrastruktur tersebut didesain untuk dapat menampung tambahan stok cadangan pangan pemerintah, terdiri dari 4 juta ton beras dan 1 juta ton jagung.

Selain itu, Gudang milik Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) akan digunakan untuk menyerap hasil panen raya dan penguatan cadangan beras nasional. Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyebut hingga Februari mendatang terdapat hampir 100 KDMP yang gudangnya akan digunakan untuk mendukung operasional Bulog.

“Kalau Kopdes yang jadi sekarang yang sebagian ada, sekitar hampir 100 ada. Gudangnya bisa dipakai,” ujar Ferry kepada Katadata.co.id, ditemui usai rapat koordinasi pagi tadi. 

Gudang Kopdes tersebut sebelumnya telah dimanfaatkan sebagai percontohan dan siap digunakan, termasuk untuk mendukung penyimpanan beras pada panen raya mendatang. “Yang kemarin jadi mock up itu, sudah bisa,” katanya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Andi M. Arief
Editor: Sorta Tobing

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...