Jasa Keuangan Paling Banyak Diadukan Konsumen, YLKI Singgung Peran Regulator
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mencatat di sepanjang 2025 telah menerima 1.977 pengaduan konsumen dari berbagai sektor, terdiri atas 1.011 laporan individu dan 966 laporan kelompok. Dari angka tersebut, sektor dengan jumlah aduan tertinggi adalah jasa keuangan dengan 325 aduan.
“Mayoritas aduan terkait jasa keuangan dan dari tahun ke tahun belum bergeser,” kata Ketua YLKI Niti Emiliana dalam konferensi pers, Rabu (14/1).
Menurutnya, tingginya angka tersebut seharusnya menjadi catatan kinerja dari regulator dan juga pengawas di pemerintahan untuk menengahi pelaku usaha jasa keuangan dan juga tetap melindungi konsumen jasa keuangan.
“Karena banyak sekali pengaduan-pengaduan terkait dengan jasa layanan keuangan tersebut. Terlebih lagi ketika melakukan pengaduan, ada tumpang tinggi antara OJK dan BPSK,” ujarnya.
Jumlah aduan jasa keuangan terdiri atas 104 aduan pinjaman daring, 89 aduan leasing, 89 aduan bank, 21 aduan terkait uang elektronik, 17 aduan soal asuransi, dan 5 aduan berkaitan LKBN.
Menurut YLKI,permasalahan pembiayaan dan leasing didominasi oleh praktik penagihan yang tidak beretika, dugaan penipuan, serta ketidakjelasan perjanjian pembiayaan yang kerap memuat klausula baku merugikan konsumen.
YLKI merincikan, tren pengaduan menunjukkan kenaikan signifikan selama lima tahun terakhir. Jika dibandingkan dengan data lima tahun terakhir, sejak 2021 jumlah pengaduan konsumen terus meningkat setiap tahunnya, yang mencapai puncaknya pada 2025. Kenaikan ini berkaitan erat dengan meningkatnya kebutuhan hidup masyarakat, yang tidak sebanding dengan kondisi ekonomi dan kemampuan finansial rumah tangga.
Sepanjang 2025, masyarakat dihadapkan pada berbagai tekanan ekonomi, mulai dari pemutusan hubungan kerja (PHK), ketidakpastian pendapatan, hingga kenaikan biaya hidup. Dalam kondisi tersebut, banyak konsumen terdorong untuk menggunakan jasa keuangan, baik perbankan, pembiayaan, maupun pinjaman daring, sebagai strategi bertahan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kendati demikian dalam praktiknya, situasi ini kemudian berkembang menjadi sengketa antara konsumen dan pelaku usaha, yang pada akhirnya tercatat sebagai pengaduan ke YLKI.
Selain Jasa Keuangan, terdapat 9 sektor lain dengan aduan terbanyak, berikut daftarnya:
- Jasa keuangan sebanyak 325 pengaduan,
- Belanja online 133 pengaduan,
- Telekomunikasi 106 pengaduan,
- Paket 61 pengaduan,
- Perumahan 57 pengaduan,
- Transportasi 44 pengaduan,
- Listrik 39 pengaduan,
- Elektronik 29 pengaduan,
- Pariwisata 28 pengaduan,
- Otomotif 24 pengaduan.
