Airlangga Sebut Prabowo Ingin Selamatkan Industri dengan Bikin BUMN Tekstil Baru
Menteri Koordinator Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah tengah menyiapkan badan usaha milik negara (BUMN) tekstil baru. Ia menyebut nantinya BUMN ini akan dibentuk dan disiapkan oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara alias BPI Danantara.
Airlangga mengatakan, alasan pembentukan BUMN tekstil baru ini karena pemerintah ingin menyelamatkan industri tekstil nasional. Presiden Prabowo Subianto juga telah membahas peta jalan BUMN ini saat rapat terbatas beberapa hari lalu.
“Bapak Presiden mengingatkan kita pernah mempunyai BUMN tekstil dan ini akan dihidupkan kembali sehingga pendanaan US$ 6 miliar (setara Rp 101,2 triliun dengan kurs Rp 16.871 per dolar AS),” kata Airlangga saat ditemui di Jakarta, Rabu (15/1).
Airlangga juga menjelaskan, Prabowo menilai industri tekstil terdampak tarif dagang global. Presiden juga memerintahkan menteri terkait mencarikan pasar ekspor baru.
"Salah satunya dari (perjanjian) EU-CEPA, tapi masih efektif di tahun 2027,” ujarnya.
Airlangga mengatakan peta jalan yang disiapkan juga termasuk untuk meningkatkan nilai ekspor RI 10 kali lipat dari US$ 4 miliar (setara Rp 57,4 triliun) menjadi US$ 40 miliar dalam 10 tahun. Selain itu peta jalan ini juga menetapkan strategi untuk pendalaman dari rantai pasok industri tekstil.
“Kelemahan kita berada pada value chain yang di tengah yaitu tekstil dalam produksi benang, kain, printing, dan finishing. Nah ini yang harus kita dorong untuk dibangkitkan kembali (melalui BUMN tekstil),” kata Airlangga.
Pemerintah menyiapkan pendanaan sebesar US$ 6 miliar atau setara Rp 100,8 triliun. Dana tersebut diarahkan untuk pengadaan barang modal, penerapan teknologi baru, hingga peningkatan ekspor di sektor tekstil.
