Ribuan Hektare Tambak Tersapu Bencana di Aceh, KKP Siapkan Anggaran Pemulihan

Ajeng Dwita Ayuningtyas
27 Januari 2026, 16:41
Warga menggunakan jasa perahu nelayan untuk menyeberangi Sungai Tingkeum pascabencana banjir dan meluapnya sungai Tingkeum di Bireuen, Aceh, Senin (1/12/2025).
ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/YU
Warga menggunakan jasa perahu nelayan untuk menyeberangi Sungai Tingkeum pascabencana banjir dan meluapnya sungai Tingkeum di Bireuen, Aceh, Senin (1/12/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah merencanakan program revitalisasi aneka tambak yang tersapu bencana di Aceh. Kementerian telah merancang anggaran untuk program tersebut.

Direktur Jenderal Pengelolaan Laut KKP Koswara mencontohkan anggaran untuk revitalisasi tambak garam di Aceh. “Secara total, yang tambak garam itu sekitar Rp25 miliar,” kata di Jakarta pada Selasa (27/1). Namun, realisasi anggaran masih menunggu persetujuan DPR.

Mengutip Antara, Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh melaporkan 30,7 ribu hektare tambak rakyat rusak akibat banjir dan longsor di provinsi tersebut. Detilnya, tambak rakyat yang rusak mencapai 10,6 ribu hektare di Kabupaten Aceh Utara; 7 ribu hektare di Kabupaten Aceh Timur; 4,9 ribu hektare di Kabupaten Bireuen; dan 3,4 ribu hektare di Kabupaten Aceh Tamiang.

Kerusakan juga terjadi di tambak rakyat seluas 1,76 ribu hektare di Kabupaten Pidie; 1,75 hektare di Kabupaten Pidie Jaya; 786 hektare di Kota Langsa; 304 hektare di Kota Lhokseumawe; dan 3,67 hektare di Kabupaten Aceh Barat.

Tak hanya tambak, saluran air menuju tambak juga dilaporkan rusak. Saluran air sepanjang 629 kilometer dilaporkan lenyap usai bencana di delapan wilayah tersebut. Kerusakan paling panjang terjadi di Kabupaten Aceh Utara mencapai 333 kilometer dan di Kabupaten Bireuen sepanjang 170,87 kilometer.

Meski begitu, Pelaksana Harian Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Kariamansyah menyatakan akan melakukan validasi ulang agar data lebih valid. “Tambak tersebut direhabilitasi pada tahun ini dan diperkirakan selesai dalam waktu tiga tahun,” kata Kariamansyah.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...