PMI Manufaktur RI Ekspansi ke level 52,6 pada Januari, Lebih Baik dari Vietnam
Lembaga pemeringkat, S&P Global mendata indeks manajer pembelian atau PMI manufaktur Indonesia naik 1,4 poin secara bulanan menjadi 52,6 pada Januari 2026. Indeks PMI Manufaktur Indonesia berada di atas Malaysia dan Vietnam, tetapi di bawah Filipina dan Thailand.
Ekonom S&P Global Market Intelligence Usamah Bhatti mengatakan, kenaikan ini menunjukkan perekonomian manufaktur Indonesia sedikit membaik pada Januari. "Tampaknya ekspansi didorong oleh perekonomian domestik karena permintaan ekspor baru mengalami kontraksi berkelanjutan,” kata Usamah dalam laporan S&P Global, dikutip Senin (2/2).
PMI merupakan indeks yang menunjukkan performa sektor manufaktur sebuah negara. Index di bawah 50,0 poin menunjukkan kondisi kontraksi sektor manufaktur, sedangkan index di atas 50,0 menunjukkan kondisi ekspansif.
Menurutnya, para pengusaha meyakini bahwa kondisi permintaan yang lebih kuat pada awal 2026 akan berlanjut sepanjang sisa tahun ini. Situasi ini terjadi bersamaan dengan tumpukan pekerjaan sebagai indikator aktivitas jangka pendek naik tiga bulan berturut-turut.
“Pada saat yang sama, kepercayaan diri tentang perkiraan 12 bulan mendatang juga menguat ke level tertinggi sejak Maret lalu,” ujarnya.
S&P Global mengatakan, data survei terkini menunjukkan adanya ekspansi berkelanjutan pesanan baru pada Januari. Ini merupakan peningkatan keenam dalam beberapa bulan terakhir.
Naiknya, permintaan didorong oleh perekonomian domestik karena permintaan internasional menurun selama lima bulan terakhir. Hal ini terjadi di tengah penurunan laporan bahwa tarif menghambat permintaan luar negeri.
Kendati demikian, di saat yang bersamaan sektor ketenagakerjaan menunjukkan penurunan pertama kali sejak Juli 2025. Kondisi ini terjadi di tengah masuknya pesanan baru yang menekan kapasitas.
Berdasarkan data S&P Global, PMI Manufaktur di ASEAN naik tipis 0,1 poin menjadi 52,8 pada Januari 2026. Angka ini lebih tinggi 0,2 poin dibandingkan PMI Manufaktur Indonesia. Berikut daftar PMI Manufaktur beberapa negara di ASEAN pada Januari 2026:
- Indonesia: 52,6 poin, naik 1,4 dibandingkan bulan sebelumnya
- Malaysia: 50.2 poin, naik 0,1 dibandingkan Desember 2025
- Vietnam: 52,5 poin, turun 0,5 dibandingkan periode sebelumnya
- Myanmar: 50,9 poin, naik 0,3 dibandingkan bulan sebelumnya
- Filipina: 52,9 poin, naik 2,7 dibandingkan Desember 2025
- Thailand: 52,7 poin, turun 4,7 dibandingkan periode sebelumnya
