Bulog akan Gunakan Pabrik Wilmar untuk Penuhi Standar Ekspor Beras Jemaah Haji
Perum Bulog akan memanfaatkan fasilitas penggilingan milik PT Wilmar Group untuk memenuhi standar mutu beras yang akan diekspor bagi kebutuhan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, seluruh jemaah haji Indonesia mulai 2026 akan menggunakan beras produksi dalam negeri.
“Insyaallah tahun ini Bulog stoknya lebih dari 4 juta ton. Kita akan bekerja keras agar jemaah haji kita menggunakan beras Indonesia,” kata Zulhas dalam konferensi pers Rapat
Zulhas mengungkapkan, beras yang akan dikirim merupakan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang diolah menjadi kualitas premium. Proses pengolahan dilakukan menggunakan pabrik milik Wilmar yang saat ini dipinjam pakai oleh Bulog.
“Diolah di pabrik yang disegel Polri, milik Wilmar. Bulog pinjam pakai untuk mengolah beras sehingga produksinya menjadi premium kelas satu,” katanya.
Pabrik Wilmar Gunakan Teknologi Modern
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, penggunaan fasilitas Wilmar dipilih karena memiliki teknologi modern berbasis komputerisasi yang mampu menghasilkan beras sesuai standar Arab Saudi.
“Kami sudah mendapat izin pinjam pakai dari Kabareskrim, sehingga bisa mengolah gabah menjadi beras premium dengan pecahan 5% dan kadar air di bawah 14%,” kata Rizal ditemui usai gelaran acara yang sama.
Standar itu lebih tinggi dibandingkan beras premium dalam negeri yang umumnya memiliki tingkat pecahan 15%. Beras juga diwajibkan berasal dari gabah panen baru agar lebih segar dan pulen.
Untuk diketahui, PT Padi Indonesia Maju (PIM) anak usaha PT Wilmar Group sebelumnya muncul dalam pengusutan Satgas Pangan Polri terkait dugaan pelanggaran mutu beras premium. Perusahaan tersebut termasuk satu dari empat produsen yang diperiksa karena diduga melakukan praktik pengoplosan, yakni mencampur beras medium ke dalam produk berlabel premium sehingga tidak sesuai standar kualitas.
Produk yang dihasilkan perusahaan PT Wilmar Group, di antaranya Sania, Siip, Sovia, Fonta, Tulip, Arawana Brand, Wonder Farm, Fortune, Rupchanda, Mamador, Simply Dau Dau Nanh, Cheerose, serta &Many More.
Rizal menyebut, ekspor perdana dijadwalkan berlangsung pada pekan ketiga Februari 2026 dengan volume awal 2.280 ton.
“Tapi, kami siapkan 3.000 ton untuk berjaga-jaga, termasuk bila nanti ada kebutuhan untuk jemaah umrah,” ujarnya.
