Menteri PKP akan Gandeng Danantara Siapkan Skema Rusun Subsidi Meikarta
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyatakan pemerintah akan menggandeng Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk mengembangkan lahan di kawasan Meikarta menjadi rumah susun (rusun) subsidi.
Maruarar mengungkap, lahan yang akan digunakan merupakan hibah seluas 30 hektare dari pihak swasta sehingga negara tidak perlu mengeluarkan anggaran untuk pembebasan tanah. Adapun skema pembiayaan pembangunan akan dikoordinasikan lebih lanjut bersama Danantara.
“Tadi saya sudah dapat arahan untuk berkoordinasi dengan Pak Rosan dan Danantara,” ujarnya dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI, Selasa (10/2).
Menurut dia, dari hasil peninjauan, kawasan Meikarta dinilai memiliki ekosistem pendukung yang memadai. Dalam radius sekitar 10 menit, terdapat fasilitas ibadah, sekolah, rumah sakit, kawasan industri, hingga pasar sehingga dinilai cocok untuk hunian rakyat.
Rencananya, pembangunan akan dilakukan di tiga titik, masing-masing seluas 10 hektare. Setiap lokasi akan dibangun 18 tower dengan tinggi 30 lantai. Unit hunian akan terdiri dari tiga tipe, yakni satu kamar, dua kamar, dan tiga kamar dengan luas sekitar 25 meter persegi, 35 meter persegi, dan 45 meter persegi.
Maruarar menargetkan pembangunan fisik mulai naik struktur pada Agustus mendatang dan proses serah terima dapat dilakukan pada Agustus 2028.
“Minggu lalu kami sudah lakukan land clearing. Tanggal 8 Maret akan mulai pemasangan fondasi, dan Agustus mulai naik ke atas,” kata dia.
Konsultasi dengan KPK soal Status Lahan Meikarta
Ia mengatakan, pemerintah ingin memastikan pengelolaan proyek berjalan transparan dan akuntabel. Untuk itu, dirinya telah berkonsultasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) guna memastikan tidak ada persoalan hukum dalam pemanfaatan lahan Meikarta sebagai lokasi pembangunan rusun subsidi.
“Saya sudah silaturahmi ke KPK sekitar sepuluh hari lalu dan bertanya langsung apakah boleh membangun rumah subsidi di sini. Jawabannya clear and clean untuk kita mulai,” kata dia.
Selain Meikarta, pemerintah juga akan mengembangkan proyek serupa di sejumlah kota lain seperti Bandung, Medan, Semarang, dan Surabaya sebagai bagian dari percepatan penyediaan hunian terjangkau bagi masyarakat.
