PT Garam Jajaki 7 Proyek Baru Usai Groundbreaking 3 Pabrik Hilirisasi

Kamila Meilina
12 Februari 2026, 15:32
Petani memanen garam di Pamekasan, Jawa Timur, Selasa (12/11/2019). Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bekerja sama dengan PT Garam membangun proyek percontohan produksi garam industri dengan skala produksi 40.000 ton per tahun.
ANTARA FOTO/Saiful Bahri
Petani memanen garam di Pamekasan, Jawa Timur, Selasa (12/11/2019). Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bekerja sama dengan PT Garam membangun proyek percontohan produksi garam industri dengan skala produksi 40.000 ton per tahun.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT Garam (Persero) kini bersiap menjajaki tujuh proyek lanjutan yang akan mulai digarap pada 2026, termasuk kolaborasi besar dengan Pertamina di Balikpapan. Langkha tersebut dilakukan . Setelah melakukan groundbreaking tiga proyek strategis bersama enam BUMN pada 6 Februari lalu.

Sekretaris Perusahaan PT Garam Indra Kurniawan menjelaskan, tiga proyek yang telah dimulai menjadi fondasi transformasi teknologi perseroan untuk menjawab kebutuhan garam industri dalam negeri.

“Ini menjadi langkah awal bahwa PT Garam siap bergerak mengurangi impor dan memperkuat kapasitas produksi nasional,” ujar Indra, di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan di Jakarta Pusat, Kamis (12/2). 

Tiga Proyek yang Telah Dimulai

Proyek pertama adalah pembangunan Pabrik Segoromadu Dua di Gresik dengan kapasitas mencapai 79.200 metrik ton per tahun (MTPY). Pabrik ini difokuskan untuk memenuhi kebutuhan garam aneka pangan dengan nilai investasi sekitar Rp112 miliar.

Pilar kedua berupa penerapan teknologi Mechanical Vapor Recompression (MVR) di Sampang di Madura. Menurut Indra, intervensi teknologi menjadi keharusan karena tantangan utama produksi garam nasional adalah persoalan peak link dan kualitas bahan baku.

“Di Sampang kapasitasnya 200 ribu ton per tahun yang bisa kita tingkatkan menjadi 400 ribu ton. Investasinya sekitar Rp2,1 triliun, dan kita berkolaborasi dengan BUMN asal Cina CNCEC China Chemical, serta PT PAB Putra Arga Binangun sebagai penyedia mesin,” kata dia.

MVR merupakan teknologi penguapan modern yang digunakan untuk menghemat energi dalam proses pengolahan cairan, termasuk pada industri garam.

Sementara pilar ketiga adalah pembangunan Pabrik MVR di Manyar Gresik yang bekerja sama dengan Unilever dengan kapasitas 100 ribu ton. Seluruh output pabrik ini akan langsung diserap oleh Unilever.

“Ini bukti bahwa kita sudah siap melakukan pergerakan mengurangi impor. MVR akan terus kita kembangkan untuk memenuhi kebutuhan industri aneka pangan,” kata Indra.

Tujuh Proyek Lanjutan 2026

Usai melakukan groundbreaking tiga proyek itu, PT Garam telah merancang tujuh proyek baru yang akan dimulai tahun depan. Proyek-proyek itu meliputi:

  • NTT – Rote: Pembangunan pabrik pengolahan garam kapasitas 200.000 TPY (Tahap 1)
  • NTT – Bipolo: Pembangunan fasilitas pengolahan garam kapasitas 109.842 TPY.
  • Gresik – MVR Citycon: Pembangunan pabrik pengolahan garam dengan teknologi Mechanical Vapor Recompression (MVR) kapasitas 100.000 MTPY di Gresik.
  • Gresik – MVR ACWA Power: Pembangunan pabrik pengolahan garam teknologi MVR kapasitas 400.000 TPY.
  • Sampang – Pabrik Ca-Mg: Pembangunan pabrik Calcium–Magnesium (Ca-Mg) berbasis pemanfaatan bittern.
  • Sumenep – Pabrik Garam Industri: Rencana pembangunan pabrik garam industri kapasitas 80.000–160.000 TPY.
  • Balikpapan – Pabrik Garam Industri: Pembangunan pabrik garam industri melalui utilisasi brine SWRO Kilang Pertamina Balikpapan.

Salah satu proyek merupakan kolaborasi dengan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), dengan memanfaatkan limbah air asin dari operasional kilang RDMP Balikpapan

“Pertamina memiliki RPB yang mengambil air laut untuk kebutuhan boiler. Selama ini air garamnya dibuang kembali ke laut setelah dinetralisir. Kami melihat ini sebagai potensi besar untuk diolah menjadi garam industri,” kata Indra.

Saat ini, studi kelayakan (feasibility study) tengah disusun. Air buangan minimal 4 juta ton per tahun akan diolah menggunakan teknologi MPR untuk menghasilkan garam industri dengan kapasitas terpasang mencapai 1 juta ton.

“Kami sudah laporkan ke Danantara dan ditargetkan groundbreaking fase kedua bisa dilakukan pada April. Ini akan menjadi entitas baru hasil kolaborasi PT Garam, Pertamina, dan Danantara,” katanya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Kamila Meilina

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...