Kereta Cepat RTS Link Malaysia–Singapura Segera Beroperasi

Kamila Meilina
18 Februari 2026, 12:06
Ilustrasi kereta cepat
Vecteezy.com/Andre Ramos
Ilustrasi kereta cepat
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Malaysia dan Singapura menjajaki proyek peluncuran layanan kereta cepat lintas batas atau Rapid Transit System-RTS Link yang akan memangkas waktu perjalanan antara Johor dan Singapura menjadi hanya lima menit. 

Menurut laporan VNExpress, Parlemen Malaysia telah mengesahkan RUU Tautan RTS Link Johor Baru - Singapura 2026, yang akan membuka jalan bagi pengoperasian sistem kereta api lintas batas ini. 

Wakil Menteri Dalam Negeri Malaysia, Datuk Seri Dr Shamsul Anuar Nasarah, mengatakan perjalanan dengan RTS Link hanya memakan waktu lima menit dengan jadwal reguler dan kapasitas mencapai 10.000 penumpang per jam. Kehadiran layanan ini diharapkan memperlancar mobilitas harian pekerja lintas negara sekaligus memperkuat konektivitas ekonomi bilateral.

RTS Link akan menghubungkan Stasiun Bukit Chagar di Johor Bahru dengan Stasiun Woodlands di Singapura. Integrasi sistem imigrasi dan kepabeanan di kedua stasiun dirancang untuk mempercepat arus penumpang, sehingga proses keluar-masuk negara dapat dilakukan lebih efisien.

Libatkan Kecerdasan Buatan

Dari sisi teknologi, sebanyak 100 gerbang elektronik (e-gate) berbasis kecerdasan buatan akan dipasang di kedua stasiun. Sistem ini memungkinkan proses pemeriksaan penumpang berlangsung maksimal tujuh detik per orang, sehingga antrean panjang dapat ditekan secara signifikan.

Untuk mendukung operasional, pemerintah Malaysia membentuk 794 posisi baru yang melibatkan Badan Pengawasan dan Perlindungan Perbatasan Malaysia atau Malaysian Border Control and Protection Agency (MCBA), Departemen Bea Cukai, serta kepolisian. 

Para petugas akan ditempatkan di Bukit Chagar dan Woodlands, dengan penugasan dimulai pada 1 Oktober mendatang.

Terkait isu kekebalan hukum, Shamsul menegaskan bahwa petugas Malaysia yang menjalankan tugas resmi di Singapura akan mendapatkan kekebalan dari penuntutan di pengadilan Singapura atas tindakan dalam kapasitas resmi. Meski demikian, mereka tetap tunduk pada hukum Malaysia.

Pemerintah juga memastikan keamanan data menjadi prioritas. Seluruh data rahasia, termasuk data biometrik, akan disimpan di pusat data pemerintah Malaysia yang telah disetujui, dengan pengamanan fisik dan siber yang ketat. Data tersebut tidak akan dipindahkan ke server asing tanpa persetujuan resmi pemerintah.



Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Kamila Meilina

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...