Kunjungan Mal Diprediksi Naik 10–15% Jelang Ramadan dan Lebaran 2026

Kamila Meilina
19 Februari 2026, 14:36
pusat perbelanjaan, mal, Ramadan
ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/bar
Penari Barongsai menghibur pengunjung pusat perbelanjaan di Denpasar, Bali, Minggu (15/2/2026). Pementasan kesenian Barongsai berkeliling area pusat perbelanjaan itu diselenggarakan untuk menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili sekaligus menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk berkunjung ke mal.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) memprediksi tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan atau mal akan meningkat sekitar 10% hingga 15% selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026 dibandingkan tahun sebelumnya. 

Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja mengatakan, momentum ini menjadi peluang penting bagi industri retail untuk mendongkrak kinerja di tengah pertumbuhan ekonomi yang belum sepenuhnya optimal. Pasalnya, Ramadan dan Lebaran merupakan musim puncak alias peak season bagi industri retail nasional. 

“Dalam kondisi pertumbuhan ekonomi yang belum maksimal, semua momentum penjualan, terutama Ramadan dan Idul Fitri, akan dimanfaatkan untuk meningkatkan kinerja setinggi-tingginya,” ujar Alphonzus kepada Katadata.co.id, Kamis (19/2). 

Kuartal Pertama Paling Menentukan

Ia menambahkan, triwulan pertama 2026 menjadi periode krusial karena akan menjadi pembuka yang menentukan arah kinerja industri ritel sepanjang tahun. Sejumlah faktor musiman seperti perayaan tahun baru, kenaikan upah minimum, Imlek, pemberian bonus, Ramadan, tunjangan hari raya (THR), hingga Idulfitri diperkirakan menjadi pendorong utama konsumsi masyarakat.

Untuk menarik pengunjung, pusat perbelanjaan bersama para peritel akan menggelar berbagai acara dan program promosi, mulai dari pertunjukan seni, hiburan, hingga dekorasi tematik Ramadan dan Lebaran.

Menurut Alphonzus, pusat perbelanjaan atau mal tidak hanya menjadi tempat berbelanja, tetapi juga destinasi rekreasi bagi masyarakat yang ingin menikmati suasana perayaan bersama keluarga.

“Pusat perbelanjaan akan menghadirkan berbagai event, atraksi, dan promo menarik. Pengunjung dapat berbelanja sekaligus menikmati suasana Ramadan dan Idul Fitri yang meriah,” katanya.

Ia menjelaskan, hampir seluruh kategori produk diperkirakan mengalami peningkatan penjualan selama Ramadan, dengan pergeseran pola belanja menjelang Idul Fitri yang lebih banyak didominasi oleh produk makanan dan minuman serta hiburan.

Selain itu, berbagai program stimulus pemerintah seperti diskon tarif transportasi, diskon tarif tol, dan bantuan sosial diharapkan dapat membantu meningkatkan daya beli masyarakat, khususnya kelompok menengah bawah.



Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Kamila Meilina

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...