Pengusaha Waspada Risiko Perlambatan Kunjungan Mal Setelah Idul Fitri 2026

Kamila Meilina
20 Februari 2026, 16:09
Penari barongsai beraksi saat menghibur pengunjung di Pondok Indah Mall, Jakarta, Rabu (11/2/2026). Pertunjukan keseneian barongsai di pusat perbelanjaan tersebut dalam rangka memeriahkan perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili sekaligus untuk menarik per
ANTARA FOTO/Fauzan/rwa.
Penari barongsai beraksi saat menghibur pengunjung di Pondok Indah Mall, Jakarta, Rabu (11/2/2026). Pertunjukan keseneian barongsai di pusat perbelanjaan tersebut dalam rangka memeriahkan perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili sekaligus untuk menarik perhatian pengunjung.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) mengingatkan potensi periode sepi kunjungan atau low season yang lebih panjang di pusat perbelanjaan setelah Idul Fitri 2026. Kondisi ini perlu diantisipasi oleh pelaku industri ritel dan pemerintah agar tidak berdampak signifikan terhadap kinerja sektor perdagangan sepanjang tahun.

Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja mengatakan, meski Ramadan dan Idul Fitri menjadi periode puncak penjualan, industri ritel berpotensi menghadapi perlambatan setelahnya karena sejumlah momentum konsumsi terkonsentrasi di awal tahun.

“Tren penjualan ritel pasca Idul Fitri akan memasuki low season. Namun pada tahun ini perlu diwaspadai karena triwulan kedua dan ketiga berpotensi menjadi low season yang cukup panjang,” ujar Alphonzus kepada Katadata.co.id, Kamis (19/2). 

Menurutnya, triwulan pertama 2026 menjadi periode krusial bagi industri ritel karena berbagai momentum konsumsi terjadi secara bersamaan, mulai dari Tahun Baru, kenaikan upah minimum, Imlek, pemberian bonus, Ramadan, tunjangan hari raya (THR), hingga Idul Fitri.

Kondisi tersebut mendorong pelaku usaha ritel untuk memaksimalkan kinerja pada awal tahun, terutama di tengah pertumbuhan ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

Meski prospek jangka pendek relatif positif, APPBI menekankan pentingnya strategi jangka menengah untuk menjaga stabilitas kinerja industri ritel setelah periode Lebaran berakhir.

APPBI menilai seluruh pemangku kepentingan, termasuk pelaku usaha dan pemerintah, perlu menyiapkan berbagai langkah stimulus dan strategi untuk menopang penjualan selama periode low season.

“Strategi dan stimulus perlu dipersiapkan agar kinerja penjualan ritel tidak terdampak signifikan selama periode low season yang relatif panjang,” ujar Alphonzus.

Kunjungan Mal Diperkirakan Naik Saat Ramadan

APPBI memproyeksikan tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan akan meningkat sekitar 10% hingga 15% selama Ramadan dan Idul Fitri dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh berbagai program promosi, acara hiburan, serta dekorasi tematik yang disiapkan pusat perbelanjaan dan peritel.

Selain berbelanja, pusat perbelanjaan kini juga menjadi destinasi rekreasi bagi masyarakat, terutama untuk menikmati suasana Ramadan dan libur Idul Fitri bersama keluarga.

“Hampir semua kategori produk akan mengalami peningkatan penjualan selama Ramadan. Menjelang Idul Fitri, pola belanja masyarakat biasanya bergeser ke produk makanan dan minuman serta hiburan,” kata Alphonzus.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Kamila Meilina

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...