Agrinas Klaim Impor Pickup dari India Hemat Anggaran hingga Rp 46,5 Triliun

Kamila Meilina
24 Februari 2026, 19:36
Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, mengatakan pengadaan kendaraan pick up sebanyak 105 ribu unit dari India bisa menghemat anggaran Rp 46,5 triliun.
Katadata/Kamila Meilina
Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, mengatakan pengadaan kendaraan pick up sebanyak 105 ribu unit dari India bisa menghemat anggaran Rp 46,5 triliun.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT Agrinas Pangan Nusantara mengklaim mampu menghemat anggaran hingga Rp 46,5 triliun berkat pengadaan 105 ribu unit pick up (pikap) untuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) melalui skema impor dari India. 

Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, mengatakan efisiensi itu berasal dari anggaran pengadaan sarana dan prasarana proyek KDMP, yang bersumber dari pinjaman Bank Himbara sejak Oktober tahun lalu. 

“Dengan pengadaan sarana-prasarana ini Agrinas Pangan bisa melakukan efisiensi sebesar Rp 46 triliun,” kata Joao dalam konferensi pers di kantornya, di Jakarta Timur, Selasa (23/2).

Dalam dokumen yang ditunjukkan, total nilai pengadaan jika mengacu pada harga e-catalog mencapai Rp 121,25 triliun. Namun, melalui proses negosiasi dan kontrak langsung, Agrinas menekan nilai kontrak menjadi Rp 74,71 triliun.

Dengan demikian, terdapat selisih sebesar Rp 46,54 triliun antara harga e-catalog dan nilai kontrak aktual. Selisih tersebut diklaim sebagai bentuk efisiensi yang berhasil dicapai dalam proses pengadaan.

Agrinas Sudah Mengundang Produsen Lokal

Joao menyatakan proses pengadaan kendaraan telah dilakukan secara terbuka dan transparan, serta memberikan kesempatan yang sama kepada produsen lokal, termasuk Grup Astra yang menawarkan berbagai merek seperti Suzuki, Isuzu, Daihatsu dan Toyota. 

Salah satu produsen yang diundang adalah PT Astra International Tbk, yang menawarkan Toyota Hilux dalam dua varian, yakni 4x4 atau mesin tenaga empat roda dan 4x2 atau tenaga mesin dua roda. Namun, penawaran tersebut tidak mencapai kesepakatan karena faktor harga dan keterbatasan kapasitas produksi.

Menurutnya, pembelian kendaraan untuk program Koperasi Merah Putih merupakan pengadaan khusus yang volumenya besar dan hanya dilakukan dalam periode tertentu. Oleh karena itu, mereka mengharapkan adanya harga yang lebih kompetitif dibandingkan harga pasar biasa.

“Isu bahwa kami tidak memberikan kesempatan atau tidak memberikan ruang kepada produsen lokal saya rasa bahwa itu tidak benar,” kata Joao. 

Tata Motors dan Mahindra Jadi Pemasok Pick Up

Sebelumnya, PT Agrinas Pangan Nusantara mengimpor 105 ribu unit pick up untuk kebutuhan operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Kebutuhan ini dipasok dari dua perusahaan asal India, PT Tata Motors dan Mahindra Ltd. 

Adapun  jumlah tersebut terdiri dari  Tata Motors yang akan memasok masing-masing 35 ribu unit pick up Yodha dan 35 ribu truk T.7 melalui anak perusahaannya, PT Tata Motors Distribusi Indonesia. Selain itu, 35 ribu unit pasokan pick up lainnya diimpor dari perusahaan Mahindra & Mahindra Ltd. 

Rencana Agrinas ini menimbulkan polemik. Protes bermunculan dari Gaikindo, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, hingga Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad. Mereka menilai kapasitas industri otomotif dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan KDMP. 



Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Kamila Meilina

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...