Apindo Bicara Prospek Investasi di Pantai Barat, Ungkap Kemungkinan Bisnis
Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyebut rencana investasi di pantai barat Amerika Serikat (AS) memungkinkan terjadi asal memenuhi aspek keekonomian.
Dalam dokumen perjanjian tarif perdagangan timbal balik antara Indonesia-Amerika Serikat (AS), RI akan memfasilitasi realisasi investasi langsung di AS senilai US$ 10 miliar atau Rp 168,55 triliun. Investasi tersebut akan mencakup proyek rekayasa, pengadaan, dan konstruksi, serta pengembangan amonia biru dan komoditas energi lainnya.
“Kalau memang bisa ekonomis, pengusaha pasti akan melihat peluang. Tapi kami belum melihat secara rinci, serta belum paham regulasi disana seperti apa,” kata Ketua Komite Pertambangan Mineral dan Batu Bara bidang Energi, Sumber Daya Mineral (ESDM) Dewan Pengurus Nasional (DPN) Apindo, Hendra Sinadia saat ditemui di Jakarta, Senin (2/3).
Menurutnya, isi perjanjian yang diberi judul "Toward a New Golden Age for the US-Indonesia Alliance" ini baru membahas rencana secara umum. Jika nantinya kedua negara memperdalam lagi pembahasan dan pemerintah berpeluang memberi insentif atau kemudahan serta potensi pasar, maka minat investasi pengusaha akan semakin besar.
Dia menyontohkan, hal tersebut sudah pernah terjadi di Australia. Banyak pengusaha Indonesia yang berinvestasi di tambang-tambang negeri Kangguru dibandingkan pengusaha Australia yang berinvestasi di RI.
“Jadi tidak menutup kemungkinan juga di AS kalau memang peluang bagus maka pengusaha akan investasi disana. Ini sudah terjadi di Australia, jadi mari kita lihat,” ujarnya.
Pemerintah AS sebelumnya mengklaim kesepakatan ini akan akan memberikan akses pasar yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi warga Amerika dan membuka terobosan besar bagi sektor manufaktur, pertanian, dan digital AS.
"Tadi pagi Bapak Presiden langsung menandatangani kerja sama Agreement of Reciprocal Trade dan ditandatangani bersama oleh Bapak Presiden Prabowo maupun Presiden Donald Trump,” kata Airlangga dalam konferensi pers yang disiarkan secara daring, pada Jumat (20/2).
Airlangga mengatakan, Indonesia-AS sepakat untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi, sehingga salah satu poin perjanjian membentuk Council of Trade and Investment yang akan membahas seluruh persoalan investasi dan perdagangan antara kedua negara.
“Tujuan dan visi perjanjian adalah untuk mewujudkan kemakmuran ekonomi bersama, rantai pasok yang kuat, dan menghormati kedaulatan dari masing-masing negara. Jadi saya garis bawahi, menghormati kedaulatan dari masing-masing negara, itu menjadi bagian daripada perjanjian yang ditandatangani,” kata Airlangga.
