Tingkatkan Skala Bisnis, KAI Logistik Targetkan Pendapatan Rp 2,47 Triliun

Kamila Meilina
5 Maret 2026, 11:05
KAI, Logistik
ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/bar
Pekerja KAI Logistik mengemas sepeda motor di Stasiun Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (9/6/2025). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah angkutan ang moda transportasi kereta api pada April 2025 sebesar 5,89 juta ton atau meningkat 1,86 persen secara bulanan dari 5,78 juta ton dan 1,42 persen tahunan dari 5,80 juta ton pada tahun sebelumnya.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Anak Usaha PT KAI (Persero), KAI Logistik, menargetkan pendapatan sebesar Rp 2,47 triliun pada 2026, naik 119% dibandingkan realisasi 2025 sebesar Rp 1,1 triliun. Perusahaan juga membidik laba Rp 176 miliar pada tahun tersebut.

Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan, mengatakan target tersebut ditopang oleh ekspansi skala bisnis dan peningkatan kapasitas angkutan di berbagai lini layanan. 

“Target  ditetapkan mencerminkan kesiapan perusahaan dalam mengelola pertumbuhan secara berkelanjutan,” ujar Yuskal dalam keterangannya, dikutip Kamis (5/3). 

Dari sisi operasional, KAI Logistik menargetkan pertumbuhan volume angkutan yang signifikan di sebagian besar segmen. Pada layanan angkutan ritel, volume ditargetkan mencapai 165 ribu ton atau meningkat 152% dibandingkan capaian tahun 2025.

Sementara itu, pertumbuhan paling agresif diproyeksikan terjadi pada angkutan multikomoditas, khususnya peti kemas, semen, dan komoditas non-batu bara. Volume pada segmen ini ditargetkan menembus lebih dari 9 juta ton, atau meningkat lebih dari 200% dibandingkan realisasi sebelumnya.

Menurut Yuskal, lonjakan tersebut didorong oleh peningkatan kapasitas bisnis, terutama melalui pengalihan dan pengelolaan penuh angkutan non-batu bara di wilayah Jawa yang sebelumnya masih dikelola sebagian oleh induk usaha. 

“Pengalihan pengelolaan angkutan non-batu bara di Jawa memberikan ruang pertumbuhan yang signifikan bagi KAI Logistik, sekaligus memperkuat fokus kami pada pengembangan angkutan multikomoditas,” ujarnya.

Angkutan Batu Bara

Pada segmen angkutan batu bara, perusahaan menargetkan volume sebesar 23 juta ton atau tumbuh 19% dibandingkan kinerja 2025. Target ini ditetapkan untuk menjaga kesinambungan kinerja komoditas utama di tengah strategi diversifikasi bisnis yang terus diperkuat.

Selain penguatan kapasitas angkutan, KAI Logistik juga menyiapkan sejumlah inisiatif strategis. Di antaranya perluasan bisnis ke segmen e-commerce serta peningkatan kapasitas layanan melalui pengembangan infrastruktur. Perusahaan merencanakan perluasan Terminal Ronggowarsito serta menjajaki pengembangan di Kawasan Industri Batang, Jawa Tengah.

“Kami tidak hanya berfokus pada pertumbuhan volume, tetapi juga pada penguatan ekosistem layanan dan infrastruktur agar pertumbuhan bisnis dapat berlangsung secara berkelanjutan,” kata Yuskal.



Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Kamila Meilina

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...