Harga Avtur Melonjak, AirAsia Pangkas Sebagian Jadwal Penerbangan Domestik

Tia Dwitiani Komalasari
6 April 2026, 15:07
Pesawat maskapai penerbangan Indonesia AirAsia dengan rute Cairns, Australia-Denpasar mendarat perdana di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Kamis (15/8/2024). Pembukaan penerbangan baru yang menghubungkan Cairns-Denpasar oleh maskapa
ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/aww.
Pesawat maskapai penerbangan Indonesia AirAsia dengan rute Cairns, Australia-Denpasar mendarat perdana di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Kamis (15/8/2024). Pembukaan penerbangan baru yang menghubungkan Cairns-Denpasar oleh maskapai tersebut dilakukan untuk terus meningkatkan kunjungan wisatawan asal Australia yang menjadi wisatawan mancanegara terbanyak dengan catatan 883.878 orang penumpang asal Australia yang tiba di Bali pada Januari-Juli 2024.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Maskapai penerbangan AirAsia X akan memangkas sejumlah penerbangan, menyikapi harga avtur yang melonjak tinggi.  Selain itu, AirAsia juga akan melakukan penyesuaian tarif.

Chief Commercial Officer AirAsia X Amanda Woo mengatakan pihaknya siap untuk mengoptimalkan berbagai rute domestik dan internasional, baik dari dan ke beragam kota di Indonesia, sebagai salah satu langkah dalam menyikapi dinamika harga avtur dan geopolitik dunia.

 “Untuk AirAsia Indonesia, kami sedang melakukan optimasi pada rute-rute tertentu, terutama kami melindungi rute-rute yang memiliki permintaan tinggi,” kata Chief Commercial Officer AirAsia X Amanda Woo dalam konferensi pers yang digelar secara daring, dipantau dari Jakarta, Senin (6/4).

Lebih lanjut, Woo mencontohkan adanya sejumlah rute penerbangan domestik yang saat ini tengah disesuaikan dengan kondisi yang terjadi di lapangan. Salah satunya adalah rute dari Surabaya (SUB) dengan berbagai kota di Sulawesi seperti Makassar (UPG), Kendari (KDI), Luwuk (LUW), dan Palu (PLW), yang baru saja diluncurkan pada 7 Maret 2026.

 “Rute domestik yang kami buka tahun ini murni untuk konektivitas antara Surabaya dan Sulawesi, yang saat ini sedang kami rasionalisasi,” kata Woo.

“Dari segi penerbangan dua kali sehari, kami akan kurangi menjadi penerbangan harian atau mingguan,” ujarnya menambahkan.

Meskipun terdapat penyesuaian, Woo memastikan langkah tersebut tidak akan mempengaruhi konektivitas antarkota terkait.

“Sekali lagi, hal itu tidak akan mempengaruhi konektivitas antara kedua wilayah di Indonesia ini,” ujar dia.

 Sementara itu, harga avtur dunia dilaporkan melonjak tajam per April 2026, menembus kisaran US$ 150–200 per barel imbas konflik antara Iran dan Amerika Serikat-Israel. Harga ini naik signifikan dari level normal di bawah 100 dolar AS.

“Di tengah tekanan geopolitik dan gangguan rantai pasok, harga avtur global telah melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan 2025. Untuk menjaga keberlanjutan operasional, kami melakukan penyesuaian tarif secara terukur, termasuk penerapan fuel surcharge satu kali di seluruh jaringan,” kata Group CEO AirAsia X Bo Lingam.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Antara

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...