WIKA Garap Tol Layang Ancol-Pluit Senilai Rp 5 T, Target Rampung Akhir 2026

Nur Hana Putri Nabila
7 April 2026, 07:51
Ilustrasi, salah seorang pegawai Wika Beton tengah bekerja. PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) atau Wika Beton mencatatkan laba bersih Rp 303,26 miliar per September 2019 atau tumbuh 8,3% sejak awal tahun (year to date/ytd).
wika.co.id
Ilustrasi, salah seorang pegawai Wika Beton tengah bekerja. PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) atau Wika Beton mencatatkan laba bersih Rp 303,26 miliar per September 2019 atau tumbuh 8,3% sejak awal tahun (year to date/ytd).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Emiten konstruksi BUMN, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) tengah menggarap jalan tol layang Ancol Timur–Pluit (Elevated) atau Harbour Road II dengan nilai kontrak sebesar Rp 5,02 triliun. 

Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito mengatakan proyek Harbour Road II dikerjakan bersama PT Girder Indonesia dengan skema design and build, dan ditargetkan rampung pada 31 Desember 2026. Ia juga menyebut progres pembangunan proyek itu telah mencapai 32,31%.

Agung menegaskan proyek ini menjadi salah satu solusi strategis untuk mengurai kemacetan sekaligus meningkatkan konektivitas di kawasan Jakarta Utara. Dengan panjang sekitar 9,7 kilometer, jalan tol layang ini menghubungkan kawasan Ancol Timur hingga Pluit, serta melintasi sejumlah titik vital seperti Pelabuhan Tanjung Priok dan Jalan RE Martadinata.

“Harbour Road II merupakan salah satu proyek strategis yang menunjukkan kapabilitas WIKA dalam menghadirkan solusi infrastruktur modern di tengah kompleksitas kawasan urban," ujar Agung BW di Jakarta, Senin (6/4). 

Ia menjelaskan salah satu keunggulan utama proyek Harbour Road II yakni desain dan metode konstruksinya. Proyek ini mengusung struktur jalan layang bertingkat dengan ketinggian mencapai sekitar 38 meter di atas permukaan tanah. 

Selain itu, proyek ini menggunakan teknologi segmented box girder dengan lebar hingga 14,3 meter, termasuk kategori terlebar tanpa ribs. Ia mengatakan hal ini mampu memberikan efisiensi sekaligus kekuatan struktur yang optimal.

Tidak hanya itu, Harbour Road II juga mencatatkan bentang steel box girder terpanjang tanpa shoring hingga 70 meter. Proyek ini dibangun secara end-to-end elevated atau di atas permukaan tanah di tengah keterbatasan ruang, berdampingan dengan jalan tol eksisting, jalur kereta api, sungai, hingga kawasan permukiman dan bangunan yang sudah ada.

“Jalan tol ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan dalam mengurangi kemacetan, meningkatkan efisiensi logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan pesisir utara Jakarta,” kata Agung.

Sepanjang 2025 WIKA Rugi Hampir Rp 10 Triliun

Di samping itu apabila menilik kinerjanya, berdasarkan laporan keuangan tahunan 2025 WIKA mencatat rugi bersih sebesar Rp 9,70 triliun, membengkak 329,20% dibandingkan tahun sebelumnya Rp 2,26 triliun. Anjloknya kinerja keuangan WIKA karena pendapatan perusahaan turun menjadi Rp 13,32 triliun dari Rp 19,24 triliun secara tahunan. 

Seiring itu, beban pokok pendapatan turun menjadi Rp 12,19 triliun dari Rp 17,72 triliun. Namun, beban lain-lain melonjak menjadi Rp 6,37 triliun dari Rp 3,73 triliun, sementara rugi ventura bersama meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi Rp 1,44 triliun dari Rp 606,66 miliar. 

Alhasil, rugi sebelum pajak WIKA melebar menjadi Rp 10,12 triliun dari Rp 2,46 triliun. Di tengah tekanan tersebut, WIKA mencatat kontrak baru sebesar Rp 17,46 triliun dengan total kontrak berjalan mencapai Rp 50,52 triliun.

 

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...