Bahlil: Indonesia Sudah Lewati Masa Kritis Pasokan LPG

Muhamad Fajar Riyandanu
9 April 2026, 12:29
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/YU
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan Indonesia telah melewati periode kritis terkait stok Liquefied Petroleum Gas (LPG). Ia menyebut cadangan LPG domestik saat ini berada di atas level 10 hari.

“Masa sulit kita untuk LPG sudah kita lewati sejak tanggal 4 April. Alhamdulillah sekarang cadangan kita untuk LPG kapasitasnya sudah di atas 10 hari,” kata Bahlil di Istana Merdeka Jakarta pada Rabu (8/4).

Bahlil mengatakan tambahan pasokan LPG akan segera tiba dalam waktu dekat. Kapal pengangkut LPG saat ini masih dalam proses komunikasi intensif agar dapat segera masuk ke Indonesia. “Sebentar lagi kapal kita masuk,” ujarnya.

Ia menyampaikan situasi dinamika geopolitik global tidak memengaruhi pasokan LPG dalam negeri. Ini karena sumber LPG nasional tidak harus melewati jalur Selat Hormuz. “Kita sudah ambil dari Australia, dari Amerika dan beberapa negara lain,” kata Bahlil.

Ketua Umum Partai Golkar itu turut menjelaskan ketergantungan Indonesia terhadap pasokan energi dari kawasan Timur Tengah relatif terbatas.

Ia menyebutkan, porsi impor dari kawasan tersebut berada di kisaran 20%- 25% untuk minyak mentah. “Kita sudah mampu mendapatkan pengganti dari beberapa negara seperti Angola, Afrika, Nigeria, Amerika Serikat, dan beberapa negara lain. Jadi Insyaallah sudah clear,” kata Bahlil.

Sebelumnya, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyebut rata-rata ketahanan stok liquified petroleum gas (LPG) atau elpiji mencapai 11,6 hari atau 10-13 hari selama periode Ramadan Idulfitri tahun ini.

Ketahanan ini terhitung sejak tanggal 12 sampai dengan 31 Maret 2026 atau 20 hari posko esdm periode Ramadan dan Idulfitri 2026. Sesuai dengan Keputusan Menteri ESDM Nomor 116.K/HK.02/MEM.S/2026.

“Penyaluran rata-rata LPG pada periode posko ini 34.206 metrik ton atau naik sebesar 6,5% dari rerata normal,” kata Anggota Komite BPH Migas Erika Retnowati dalam penutupan posko ESDM 2026, Selasa (31/3).

Puncak kenaikan penyaluran terjadi pada 16 Maret 2026 yaitu sebesar 33.428 metrik ton atau naik 4,1% dari rerata normal sebesar 32.111 metrik ton. 

Dia menyebut Ditjen Migas melakukan pemantauan volume stok dan realisasi penyaluran LPG harian serta melakukan pengawasan lapangan untuk memantau kondisi penyediaan dan pendistribusian LPG ke penyalur dan juga sub penyalur LPG. 

“Terdapat isu kelangkaan di beberapa wilayah namun dapat segera tertangani dengan baik,” ujarnya.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu
Editor: Yuliawati

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...