Menhub Sebut Strategi WFA Ampuh Turunkan Arus Mudik Lebaran hingga 75%

Kamila Meilina
13 April 2026, 17:09
Foto udara sejumlah kendaraan pemudik antre saat penerapan skema satu arah di Gerbang Tol (GT) Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (24/3/2026). PT Jasamarga Transjawa Tol bersama Korlantas Polri memberlakukan skema satu arah (one way) nasional aru
ANTARA FOTO/Makna Zaezar/nym.
Foto udara sejumlah kendaraan pemudik antre saat penerapan skema satu arah di Gerbang Tol (GT) Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (24/3/2026). PT Jasamarga Transjawa Tol bersama Korlantas Polri memberlakukan skema satu arah (one way) nasional arus balik dari KM 414 GT Kalikangkung Semarang-Batang hingga KM 70 GT Cikampek Utama Jakarta-Cikampek pada Selasa (24/3) sampai Minggu (29/3) yang akan berlaku selama 24 jam secara situasional sebagai upaya memperlancar arus balik Lebaran 1447 Hijriah.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyoroti efektivitas kebijakan Work From Anywhere (WFA) dalam mengurai kepadatan lalu lintas selama arus mudik dan balik. Kebijakan tersebut berhasil memindahkan sekitar 450 ribu kendaraan dari periode puncak H-3 hingga H-1 ke rentang waktu yang lebih awal, yakni H-8 hingga H-4. 

“Dampaknya, kepadatan lalu lintas pada puncak arus mudik berhasil ditekan hingga 75,94%,” kata dia dalam rapat bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Senin (13/4). 

Pada arus balik, kebijakan serupa juga menunjukkan hasil positif dengan perpindahan 328 ribu kendaraan dan penurunan kepadatan puncak sebesar 10,57%. Selain itu, pembatasan angkutan barang turut berkontribusi dengan menurunkan volume kendaraan logistik hingga 74,56%.

Dalam mendukung mobilitas masyarakat, ia menyebut pemerintah juga menjalankan program mudik gratis di berbagai moda transportasi. Program ini mencatat realisasi 16.000 penumpang angkutan darat, 240 unit sepeda motor, serta 12.000 unit sepeda motor melalui kereta api. Untuk angkutan laut, tercatat sebanyak 91.000 penumpang mengikuti program ini.

Program mudik gratis dinilainya efektif mendorong peralihan dari kendaraan pribadi ke transportasi umum, dengan 78,57% peserta sebelumnya menggunakan kendaraan pribadi, khususnya sepeda motor. Selain itu, sebanyak 92,86% peserta mengaku merasakan penghematan biaya transportasi dalam skala besar.

Pemerintah juga mencatat realisasi insentif diskon tarif di berbagai moda transportasi. Angkutan penyeberangan mencapai 2,73 juta penumpang atau 113,8% dari target. 

Angkutan laut mencapai 467.000 penumpang atau 104,9%, angkutan perkeretaapian 1,29 juta penumpang atau 100,7%, dan angkutan udara sebanyak 3,30 juta penumpang atau 99,24% dari target.

Titik Padat Lebaran

Kementerian Perhubungan juga mencatat sejumlah simpul transportasi mengalami kepadatan tertinggi selama penyelenggaraan angkutan Lebaran 2026. Titik-titik tersebut tersebar di berbagai moda transportasi, mulai dari bandara, stasiun, terminal, hingga pelabuhan.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan, bandara asal terpadat selama periode mudik adalah Bandara Soekarno-Hatta, sementara bandara tujuan terpadat berada di wilayah Jawa Tengah. 

“Untuk angkutan penyeberangan, titik terpadat tercatat di Pelabuhan Merak,” kata dia.

Di sektor perkeretaapian, Stasiun Pasar Senen menjadi stasiun asal terpadat, sedangkan stasiun tujuan terpadat adalah Stasiun Yogyakarta Tugu. Adapun untuk angkutan jalan, Terminal Purabaya menjadi terminal asal terpadat dan Terminal Kertonegoro sebagai terminal tujuan terpadat.

Sementara itu, untuk angkutan laut, pelabuhan asal terpadat berada di Batam dan pelabuhan tujuan terpadat di Tanjung Balai Karimun.

Selain mencatat kepadatan, Kementerian Perhubungan juga melaporkan kinerja ketepatan waktu (on time performance) angkutan umum selama periode Lebaran, dengan rincian sebagai berikut:

  • Angkutan kereta api perkotaan regional: 98,9% (tertinggi)
  • Angkutan kereta api antarkota: 96,9%
  • Angkutan laut: 96,99%
  • Angkutan penyeberangan: 94,74%
  • Angkutan udara domestik: 75,60%
  • Angkutan udara internasional: 74,32%
  • Angkutan jalan: 74,93%

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Kamila Meilina

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...