KEK ETKI Banten Kejar Investasi Rp18,8 Triliun, Medical Suites Masuk Tahap Akhir

Kamila Meilina
14 April 2026, 15:19
Medical Suites Topping Off Ceremony
Sinarmas
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (ETKI) Banten terus dipercepat guna mengejar target investasi sebesar Rp18,8 triliun. Salah satu progres terbarunya ditandai dengan topping off Gedung Medical Suites. 

Gedung yang dibangun oleh PT Surya Inter Wisesa, anak usaha Sinar Mas Land, ini menjadi bagian dari penguatan ekosistem layanan kesehatan terintegrasi di kawasan KEK ETKI Banten. Fasilitas ditargetkan mulai beroperasi pada September 2026.

Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, mengatakan percepatan pembangunan ini merupakan bagian dari strategi mendorong transformasi ekonomi nasional melalui sektor kesehatan.

“Sektor kesehatan kini tidak hanya berfungsi sebagai layanan publik, tetapi juga memiliki potensi ekonomi besar jika terintegrasi dengan teknologi dan pendidikan,” kata dia dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (14/4). 

Sejak ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2024 dan mulai beroperasi pada November 2025, KEK ETKI Banten telah mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp1,9 triliun hingga Desember 2025. Capaian tersebut melibatkan 14 pelaku usaha dan menyerap 836 tenaga kerja.

Gedung Medical Suites dibangun di atas lahan seluas 9.300 meter persegi dengan total luas bangunan mencapai 19.800 meter persegi. Terdiri dari dua tower setinggi enam lantai, progres pembangunannya saat ini telah mencapai 59,57 persen.

CEO Commercial BSD Sinar Mas Land, Anna Budiman, mengatakan gedung ini dirancang untuk mendukung layanan kesehatan modern dengan standar keselamatan tinggi, termasuk memenuhi standar biosafety level 2 serta dilengkapi fasilitas pengelolaan limbah medis.

Secara keseluruhan, KEK ETKI Banten diproyeksikan mampu menarik investasi hingga Rp18,8 triliun dalam 20 tahun ke depan serta menciptakan 13.446 lapangan kerja. Pada lima tahun pertama, kawasan ini juga diperkirakan dapat menghemat devisa Rp1,5 triliun dan menghasilkan devisa hingga Rp4,2 triliun.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Kamila Meilina

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...