Atasi Kelangkaan, ADUPI Siap Pasok Bahan Baku Plastik dari Hasil Daur Ulang

Hari Widowati
17 April 2026, 13:13
plastik, daur ulang, bahan baku plastik
ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/wpa/rwa.
Seorang pekerja memilah plastik cacah di Koperasi Pemulung Berdaya, Setu, Tangerang Selatan, Banten, Senin (18/9/2023).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI) siap memasok bahan baku plastik dari hasil daur ulang di tengah tekanan kelangkaan bahan baku akibat konflik geopolitik di Timur Tengah. Di tengah ketergantungan impor yang tinggi, material hasil daur ulang dinilai mampu menjadi penopang yang lebih stabil karena bersumber dari dalam negeri.

"Industri daur ulang telah menjadi bagian penting dalam sistem pasokan bahan baku plastik nasional," ujar Direktur Eksekutif ADUPI Hadiyan Fariz, seperti dikutip Antara, Jumat (17/4).

Menurut Hadiyan, saat ini sekitar 70% kebutuhan nafta, yang merupakan bahan baku plastik, masih berasal dari impor. Adapun bahan baku plastik jadi jenis resin virgin juga masih bergantung pada impor sebesar 40-50%.

Ketergantungan yang tinggi terhadap bahan baku impor membuat pasar domestik rentan terhadap fluktuasi Harga global serta dinamika geopolitik, termasuk di kawasan Selat Hormuz yang saat ini diblokade oleh militer Amerika Serikat (AS).

Hadiyan mengatakan, industri daur ulang telah berkontribusi 20% terhadap total pasokan bahan baku plastik nasional. Angka tersebut menunjukkan peran industri daur ulang bukan sekadar pelengkap, tetapi sudah menjadi salah satu pilar penting bagi industri plastik.

Industri daur ulang diyakini akan mampu menjaga stabilitas harga di tingkat hilir dengan menyediakan alternatif bahan baku yang lebih terkendali. Menurut Hadiyan, industri daur ulang berpotensi menekan kenaikan biaya produksi yang dapat berdampak pada harga produk konsumsi masyarakat, termasuk kemasan pangan dan kebutuhan sehari-hari.

Penguatan industri daur ulang juga relevan dalam menjaga daya beli masyarakat karena dapat meredam inflasi berbasis biaya (cost-push inflation). Selain itu, sektor itu industri daur ulang mendukung keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta menjadi bagian dari ekonomi rakyat dengan kontribusi ekonomi mencapai sekitar US$ 9,2 miliar dan penyerapan tenaga kerja yang besar.

Dari sisi kapasitas, industri daur ulang masih memiliki ruang pengembangan yang luas. Saat ini terdapat 749 perusahaan daur ulang plastik dengan kapasitas terpasang sekitar 3,16 juta ton per tahun, namun tingkat utilisasinya baru mencapai 48%. Hal ini menunjukkan peluang besar industri daur ulang untuk meningkatkan kontribusi terhadap pasokan domestik.

Industri Hulu-Hilir Plastik Beri Jaminan Ketersediaan Stok

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan Kementerian Perindustrian telah mengadakan pertemuan dengan pelaku industri hulu hingga hilir plastik, pada Kamis (16/4). Pertemuan itu mengungkapkan optimisme industri terhadap ketersediaan stok plastik di dalam negeri.

“Kami mendapatkan jaminan dari industri bahwa stok plastik seharusnya tidak ada masalah. Saya garisbawahi kata seharusnya, karena pemerintah tetap terus memantau perkembangan situasi global secara cermat yang berdampak terhadap produksi dan stok subsektor ini,” ujar Agus seperti dikutip Antara.

Sebelumnya, Menperin Agus Gumiwang juga menegaskan pemerintah terus mengupayakan diversifikasi bahan baku hingga mendorong pemanfaatan daur ulang guna menjaga ketersediaan plastik nasional di tengah tekanan geopolitik global.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Antara

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...