Nike PHK 1.400 Karyawan, Mayoritas dari Divisi Teknologi
Raksasa pakaian olahraga Nike mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 1.400 karyawan secara global. Pemangkasan ini mayoritas menyasar divisi teknologi sebagai bagian dari strategi transformasi bisnis perusahaan.
Chief Operating Officer Venkatesh Alagirisamy menyampaikan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari strategi turnaround bertajuk “Win Now”.
Strategi ini bertujuan merombak tim teknologi, memodernisasi manufaktur sepatu Air, memindahkan sebagian operasi Converse Footwear, serta mengintegrasikan rantai pasok material ke dalam tim rantai pasok produk alas kaki dan pakaian.
“Secara keseluruhan, perubahan ini akan menghasilkan pengurangan sekitar 1.400 posisi dalam operasi global, dengan mayoritas di teknologi,” ujar Alagirisamy dalam keterangan internal, dikutip dari BBC (23/4).
Ia menambahkan bahwa keputusan tersebut berdampak besar bagi karyawan yang terdampak maupun tim yang tersisa. Perusahaan menjelaskan, PHK ini dilakukan untuk memperkuat posisi organisasi dalam menghadapi dinamika industri olahraga yang semakin cepat, sekaligus mendorong pertumbuhan.
Pemangkasan tenaga kerja ini terjadi di berbagai wilayah, termasuk Amerika Utara, Asia, dan Eropa, serta mencakup kurang dari 2% total karyawan global Nike.
Alagirisamy menegaskan bahwa langkah ini bukan arah baru, melainkan kelanjutan dari transformasi yang telah berjalan sebelumnya. Karyawan yang terdampak mulai menerima pemberitahuan sejak Kamis (23/4).
Di sisi lain, CEO Nike Elliott Hill tengah berupaya memulihkan kinerja perusahaan setelah beberapa tahun mengalami penurunan penjualan. Meski menunjukkan sejumlah kemajuan awal, proses pemulihan tersebut masih menghadapi berbagai tantangan.
Sebelumnya, Nike juga telah melakukan PHK terhadap 775 karyawan pada Januari lalu, terutama di pusat distribusi di Amerika Serikat, seiring percepatan penggunaan otomatisasi. Langkah tersebut merupakan bagian dari target perusahaan untuk kembali mencapai pertumbuhan jangka panjang yang menguntungkan.
PHK terbaru ini juga melanjutkan efisiensi yang dilakukan sejak musim panas tahun lalu, yang saat itu berdampak pada kurang dari 1% staf korporat.
Dalam laporan kinerja kuartal ketiga tahun fiskal yang dirilis bulan lalu, Nike memperingatkan bahwa penjualan diperkirakan masih akan menurun hingga akhir tahun. Penurunan tersebut terutama dipicu oleh proyeksi kontraksi hingga 20% di pasar China pada kuartal berjalan.
