Menaker Kaji Skema Pembagian Uang Saku Magang Nasional dari Perusahaan

Kamila Meilina
24 April 2026, 15:27
magang nasional, menaker, industri
Katadata/Andi M Arief
Peserta Magang Nasional sedang mengikuti peluncuran Program Magang Nasional Gelombang I Tahap I di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Senin (20/10).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengkaji skema baru terkait pemberian uang saku bagi peserta program magang nasional dengan melibatkan kontribusi dari perusahaan, sebagai evaluasi pelaksanaan program magang nasional. 

Ia mengatakan, hasil evaluasi menunjukkan adanya beberapa aspek yang perlu dibenahi, mulai dari pemerataan peserta hingga peningkatan keterlibatan dunia usaha dan industri

“Kita sedang mengkaji untuk melibatkan perusahaan lebih aktif sehingga sudah mulai ada usulan, nanti uang sakunya itu harus ada share kontribusi dari perusahaan walaupun tidak dominan,” ujarnya dalam Penutupan Program Magang Nasional Batch I, via YouTube Kementerian Ketenagakerjaan RI, Jumat (24/4). 

Kementerian Ketenagakerjaan tengah mengkaji peningkatan peran perusahaan dalam program magang nasional, termasuk dalam skema pendanaan uang saku peserta. Menurut Yassierli, terdapat usulan agar perusahaan turut memberikan kontribusi, meskipun tidak menjadi komponen utama.

Ia menilai, keterlibatan perusahaan yang lebih besar akan mendorong komitmen dalam pembinaan peserta. Beberapa perusahaan, kata dia, telah menunjukkan praktik baik dengan memberikan proyek nyata, serta pemantauan progres harian dan mingguan kepada peserta magang.

“Komitmen seperti itu akan semakin baik kalau kita juga minta dari awal ada komitmen perusahaan terkait dengan kontribusinya dan kewajiban untuk memberikan sertifikat kompetensi di akhir program nanti,” kata dia.

Sertifikat Kompetensi

Ke depan, pemerintah tidak hanya menargetkan program magang sebagai sarana pengalaman kerja, tetapi juga memastikan peserta memperoleh sertifikat kompetensi dan peluang terserap di dunia kerja.

“Sehingga kita tahun ini memang fokusnya tahun yang pertama bagaimana memberikan pengalaman kerja, tahun yang kedua nanti kalau ini bergulir tidak hanya pengalaman kerja tapi kita juga ingin memastikan mereka memiliki sertifikat dan mereka bisa diserap oleh perusahaan,” ujarnya.

Selain itu, salah satu sorotan utama adalah distribusi peserta magang yang masih terpusat di Pulau Jawa. Ia menilai, ke depan program ini perlu dirancang lebih merata secara geografis agar membuka kesempatan yang lebih luas bagi peserta di daerah. 

Sebaran bidang juga disebutnya akan diperluas agar tidak hanya terfokus pada jurusan tertentu seperti digital marketing atau administrasi, tetapi mencakup seluruh program studi.

“Bagaimana program magang ini sebaran pesertanya bisa lebih merata dari segi geografis sehingga menjadi kesempatan buat putra daerah untuk mereka bisa berkarya juga di daerah-daerah mereka masing-masing, termasuk juga sebaran dari segi kejuruan,” kata Yassierli.

Ia mengatakan, upaya perbaikan ini membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, baik pemerintah, industri, maupun peserta, agar program magang dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak yang lebih luas bagi peningkatan kualitas tenaga kerja.



add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Kamila Meilina

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...