Kadin Soroti Efek Blackout Sumatra, Sektor Manufaktur hingga Logistik Terganggu

Kamila Meilina
25 Mei 2026, 15:07
Kadin, PLN, blackout, Sumatra
ANTARA FOTO/Fitra Yogi/agr
Pedagang menyiapkan minuman untuk pembeli saat pemadaman listrik di Nagari Kasang, Padang Pariaman, Sumatra Barat, Sabtu (23/5/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyoroti dampak pemadaman listrik massal atau blackout yang terjadi di Sumatra terhadap aktivitas dunia usaha. Gangguan itu disebut menyebabkan terhentinya proses produksi, terganggunya distribusi barang, hingga meningkatnya biaya operasional perusahaan.

Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Organisasi, Komunikasi, dan Pemberdayaan Daerah Kadin Indonesia Erwin Aksa mengatakan, berdasarkan komunikasi awal dengan sejumlah anggota Kadin di wilayah terdampak, cukup banyak pelaku usaha yang mengalami gangguan operasional akibat blackout tersebut.

"Bagi dunia usaha, pasokan listrik merupakan infrastruktur paling fundamental, sehingga ketika terjadi pemadaman efeknya langsung terasa terhadap aktivitas ekonomi," kata Erwin kepada Katadata.co.id, Senin (25/5).

Dampak ini juga terutama dirasakan pada sektor yang bergantung pada pasokan listrik yang stabil dan beroperasi secara berkelanjutan.

Ia menyebut sejumlah sektor yang paling terdampak akibat blackout tersebut antara lain industri manufaktur, makanan dan minuman, cold storage, rumah sakit dan layanan kesehatan, telekomunikasi, pusat data atau data center, retail modern, perhotelan, logistik, hingga pelabuhan.

Selain itu, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga terdampak karena sebagian besar tidak memiliki sumber listrik cadangan yang memadai untuk menjaga operasional saat terjadi gangguan pasokan listrik.

Erwin mengatakan besaran kerugian yang dialami pelaku usaha masih dalam proses pendataan, karena setiap sektor memiliki karakteristik yang berbeda. Namun, secara umum potensi kerugian muncul akibat penghentian produksi secara mendadak, keterlambatan pengiriman barang, kerusakan bahan baku maupun produk yang membutuhkan pendingin, serta tambahan biaya energi untuk operasional darurat.

Ia menyatakan Kadin memahami cuaca ekstrem dapat menjadi salah satu faktor pemicu gangguan sistem kelistrikan. Namun, peristiwa blackout di Sumatra harus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap ketahanan infrastruktur kelistrikan nasional.

"Khususnya sistem transmisi dan mitigasi risiko gangguan berantai," ujarnya.

Kadin Dorong PLN Perkuat Jaringan Transmisi

Untuk mencegah kejadian serupa terulang, Kadin mendorong pemerintah dan PLN mempercepat penguatan jaringan transmisi, meningkatkan redundansi sistem kelistrikan, memperkuat sistem peringatan dini atau early warning system, serta memastikan kawasan industri dan pusat ekonomi memiliki skema mitigasi yang lebih siap menghadapi gangguan berskala besar.

Menurut Erwin, fokus utama saat ini adalah mempercepat pemulihan pasokan listrik secara menyeluruh agar aktivitas ekonomi di Sumatra dapat kembali berjalan normal.

"Yang paling penting saat ini adalah percepatan pemulihan total agar aktivitas ekonomi di Sumatra dapat kembali berjalan normal dan kepercayaan pelaku usaha tetap terjaga," kata dia.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Kamila Meilina

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...