Proyek Mobil Nasional, Pemerintah Bangun Kawasan Industri 412 Ha di Subang
Pemerintah akan membuat mobil dan motor nasional sebagai bagian dari strategi industrialisasi dan hilirisasi Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN). Untuk mendukung rencana tersebut, pemerintah akan membangun kawasan industri mobil nasional (mobnas) seluas 412 hektare (ha) di Subang, Jawa Barat.
Rencana ini tertuang dalam dokumen (Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027. Menurut dokumen KEM-PPKF 2027, pengembangan mobil dan motor nasional ini dilakukan untuk memperkuat kemandirian industri otomotif nasional.
“Program ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah sektor manufaktur, memperkuat rantai pasok domestik, serta menciptakan lapangan kerja yang lebih berkualitas,” kata pemerintah seperti dikutip dari dokumen KEM-PPKF 2027, Selasa (9/6).
Selain itu, pemerintah juga menyoroti substitusi impor kendaraan dan peningkatan kandungan lokal yang dinilai dapat berkontribusi pada peningkatan neraca perdagangan.
“Perlu menjadi perhatian bagaimana pencapaian skala produksi yang efisien, efektivitas alih teknologi, dapat selanjutnya mendukung produk memiliki daya saing di pasar domestik dan global,” kata pemerintah dalam dokumen tersebut.
Produksi mobnas ini akan dilakukan di kawasan industri mobnas yang akan dibangun di Subang, Jawa Barat, dengan luas kawasan sekitar 412 ha.
“Pemilihan lokasi ini didasarkan pada strategi pemanfaatan aset negara yang belum optimal, sekaligus mendukung efisiensi penggunaan lahan publik dalam pengembangan kawasan industri baru,” kata pemerintah dalam dokumen tersebut.
Pendanaan Didukung Danantara
Pada 2026, PKPN mobil nasional telah menempuh pre-feasibility study dan pradesain prototipe. Pendanaan atas proyek mobnas jangka menengah diharapkan akan didukung oleh Danantara dan swasta. Sementara itu, beberapa kementerian secara koordinatif akan mendukung ekosistem pelaksanaan proyek ini.
Untuk program motor nasional berbasis listrik, pemerintah menargetkan untuk memperkuat kemandirian industri otomotif dan kebutuhan operasional negara.
Proyek ini berfokus pada pengembangan dan produksi kendaraan operasional roda dua listrik untuk kebutuhan taktis, dengan PT LEN sebagai pelaksana utama lintas kementerian.
“Hingga April 2026, proyek telah mencapai distribusi 3.000 unit secara nasional, dengan fase 1 selesai dan fase 2 dalam tahap akhir kontrak,” demikian kutipan dokumen tersebut.
Pemerintah menilai hal ini merefleksikan keberhasilan tahap awal dalam menciptakan basis produksi domestik dan validasi operasional produk.
“Namun, hal ini masih berada pada tahap pilot-scale, sehingga perlu upaya untuk meningkatkan skala produksi sehingga dampak ekonominya optimal,” kata pemerintah dalam dokumen KEM-PPKF 2027..
Pemerintah berharap, program motor nasional ini dapat memberi kontribusi positif kepada pertumbuhan ekonomi. Hal ini mencakup substitusi impor atau mengurangi ketergantungan kendaraan dan komponen luar negeri, penciptaan nilai tambah domestik (local content dan rantai pasok), serta transmisi teknologi ke industri kendaraan listrik nasional.
“Dalam jangka menengah, kontribusi terhadap PDB manufaktur dan penciptaan tenaga kerja diharapkan dapat meningkat secara signifikan,” ujar pemerintah dalam dokumen KEM-PPKF 2027.
