Rosan Targetkan Investasi di Indonesia Naik 13% Jadi Rp 2.322 Triliun pada 2027

Mela Syaharani
15 Juni 2026, 12:37
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengikuti rapat kerja dengan Komisi XII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/4/2026).
ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/YU
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengikuti rapat kerja dengan Komisi XII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/4/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Investasi dan Hilirisasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani menargetkan jumlah realisasi investasi mencapai Rp 2.322 triliun pada 2027. Realisasi tersebut ditargetkan berasal dari Penanaman modal asing (PMA)  maupun penanaman modal dalam negeri (PMDN).

“Target realisasi investasi Rp 2.322 triliun, 13,8% lebih tinggi dibandingkan target 2026 yang mencapai Rp 2.041,3 triliun,” kata Rosan dalam rapat kerja bersama Komisi XII, Senin (15/6).

Guna mencapai target tersebut, Rosan mengusulkan tambahan anggaran untuk kementeriannya. Saat ini jumlah pagu indikatif kementeriannya untuk tahun depan sebesar Rp 625,14 miliar. Jumlah ini turun 37,6% dibandingkan alokasi tahun ini.  Dia menyebut angka ini baru memenuhi 52% kebutuhan kementerian sebesar Rp 1,2 triliun secara minimal.

"Sehubungan hal tersebut, kami berharap tentunya dukungan dan pertimbangan agar tambahan anggaran sebesar Rp 578,93 miliar sesuai dengan kebutuhan minimal anggaran Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM 2027 dapat terpenuhi sebesar Rp 1,2 triliun,” ujarnya.

Jumlah anggaran Rp 1,2 triliun ini rencananya akan dialokasikan untuk program dukungan manajemen Rp 579,95 miliar dan program penanaman modal dan hilirisasi sebesar Rp 624,12 miliar.

Rosan menyebut Kementerian Investasi memiliki sejumlah program strategis tahun depan, salah satunya pengembangan sistem OSS berbasis AI, big data, dan blockchain untuk meningkatkan akurasi, transparansi, dan keandalan sistem. 

“Dan yang paling penting juga adalah memperluas integrasi RDTR kabupaten/kota ke sistem OSS,” ucapnya.

Realisasi Investasi Triwulan I 2026

Rosan sebelumnya mengatakan realisasi investasi pada triwulan I 2026 mencapai Rp 498,8 triliun. Angka tersebut setara dengan 24,4% dari target 2026 yang dipatok sebesar Rp 2.041,3 triliun. 

“Target investasi 2026 sebesar Rp 2.041,3 triliun yang ditetapkan oleh Bappenas. Untuk triwulan pertama, realisasinya sudah mencapai Rp 498,8 triliun atau sekitar 24,4% dari target tahunan,” ujar Rosan dalam konferensi pers, Kamis (23/4). 

Meski begitu pertumbuhan investasi secara tahunan (year on year/YoY) mengalami perlambatan. Pertumbuhan pada tiga bulan pertama tahun ini hanya 7,2% YoY, melambat jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 15,9% YoY atau Rp465,2 triliun. 

Rosan menyebut Kementerian Investasi juga mencatat realisasi investasi berdampak pada penyerapan tenaga kerja yang signifikan, yakni mencapai 706.569 orang. Angka ini meningkat 18,9% dibandingkan triwulan I 2025. 

Dari sisi sumber investasi, Penanaman Modal Asing (PMA) sedikit lebih dominan dibandingkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). PMA tercatat sebesar Rp 250 triliun atau sekitar 50,1%, sementara PMDN mencapai Rp 248,8 triliun. Pertumbuhan PMA tercatat lebih tinggi, yakni 8,5%, sedangkan PMDN tumbuh 6,0% secara tahunan.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...