Prabowo Panggil Amran ke Istana, Bahas Harga TBS Sawit

Tia Dwitiani Komalasari
18 Juni 2026, 16:03
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (kanan) didampingi Wakil Menteri Pertanian Sudaryono (kiri) menyampaikan keterangan usai rapat koordinasi pembahasan pengembangan dan upaya stabilisasi harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kantor Kementerian
ANTARA FOTO/Reno Esnir/fzn/tom.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (kanan) didampingi Wakil Menteri Pertanian Sudaryono (kiri) menyampaikan keterangan usai rapat koordinasi pembahasan pengembangan dan upaya stabilisasi harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (8/6/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk membahas harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang sempat mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir.

"Mungkin pertama, perkiraan saya ya, diskusi masalah TBS yang beberapa hari yang lalu turun," ucap Amran di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (18/6).

Amran mengatakan harga TBS yang sebelumnya turun kini telah kembali normal. Namun, masih terdapat sekitar 5 - 10 persen perusahaan yang belum sepenuhnya memulihkan harga TBS.

Menurut dia, pemerintah terus menindaklanjuti persoalan tersebut agar perusahaan-perusahaan yang belum menyesuaikan harga segera menaikkan harga TBS.

"Kita tindaklanjuti terus sampai dia harus naikkan, mutlak naikkan," ucap dia.

Amran menyebut lebih dari 100 perusahaan dari total 274 perusahaan yang sebelumnya telah diberikan surat masih belum menaikkan harga TBS. Dia memperkirakan sekitar 170 hingga 180 perusahaan belum melakukan penyesuaian harga.

Pasokan Pangan

Selain membahas perkembangan harga TBS sawit, kata dia, pertemuan dengan Presiden juga diperkirakan membahas kondisi pangan nasional, termasuk keseimbangan pasokan pangan dan program hilirisasi sektor pertanian.

Sebelumnya, Mentan Andi Amran Sulaiman menyebutkan masih terdapat sekitar 130 perusahaan kelapa sawit yang belum menaikkan harga tandan buah segar (TBS) sawit petani.

Dia mengatakan sekitar 80 persen hingga 90 persen perusahaan sawit telah melakukan penyesuaian harga TBS sesuai arahan pemerintah.

“Sekarang tinggal 130-an perusahaan. Jadi tinggal sedikit dari 1.900 perusahaan,” kata Amran usai rapat koordinasi hilirisasi perkebunan dan produksi benih perkebunan di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (17/6).

Dia menyampaikan pemerintah bersama Satuan Tugas (Satgas) Pangan masih terus memantau perusahaan yang belum melakukan penyesuaian harga tersebut.

Menurut dia, pengawasan juga dilakukan terhadap perusahaan yang telah menaikkan harga agar perusahaan tidak kembali menurunkan harga TBS di tingkat petani.

“Nah ini tetap diperiksa. Yang lainnya sudah naik, tapi kita monitor jangan sampai naik, turun kembali, tidak. Kita monitor seluruh Indonesia,” ujarnya.

Amran menyebut harga TBS di setiap wilayah berbeda-beda tergantung kondisi daerah dan perusahaan.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Antara

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...