Program Magang Nasional 2026 Dibuka, Kuota Naik Jadi 150 Ribu Peserta

Muhamad Fajar Riyandanu
29 Juni 2026, 20:05
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor (keempat kanan) bersama Chief Executive Officer (CEO) RS Ummi Bogor Fahmi Abdul Kadir Askar (kelima kanan) berbincang dengan peserta magang saat kunjungan di RS Ummi Bogor, Jawa Barat, Selasa (14/4
ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/tom.
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor (keempat kanan) bersama Chief Executive Officer (CEO) RS Ummi Bogor Fahmi Abdul Kadir Askar (kelima kanan) berbincang dengan peserta magang saat kunjungan di RS Ummi Bogor, Jawa Barat, Selasa (14/4/2026). Kunjungan Wamenaker tersebut untuk meninjau langsung program Magang Nasional batch 1 dan batch 2 di RS Ummi Bogor yang diikuti 120 peserta dan tersebar di berbagai lini mulai dari perawat, tenaga teknis kefarmasian, apoteker, serta tenaga administra
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan secara resmi meluncurkan Program Magang Nasional (PMN) tahun 2026. Program inisiasi Presiden Prabowo tersebut telah memasuki tahun kedua dengan cakupan peserta yang makin luas.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Letnan Kolonel TNI, Teddy Indra Wijaya, mengatakan pemerintah masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan penyerapan tenaga kerja lulusan perguruan tinggi.

Menurutnya, salah satu pekerjaan rumah yang terus dihadapi pemerintah ialah memastikan lulusan sarjana dapat segera memperoleh pekerjaan dan penghasilan setelah menyelesaikan pendidikan.

“Salah satu PR Pemerintah yang terus ada sejak dulu adalah bagaimana caranya mahasiswa khususnya S1 yang lulus kuliah bisa langsung dapat kerja dan dapat gaji,” kata Teddy dalam siaran pers yang diterbitkan oleh Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden pada Senin (29/6).

Teddy mengatakan Presiden Prabowo mulai menjalankan Program Magang Nasional sejak 2025 melalui Kementerian Ketenagakerjaan. Program tersebut kini memasuki tahun kedua pelaksanaan sebagai salah satu upaya pemerintah memperluas akses kerja bagi lulusan pendidikan tinggi.

Melalui program itu, lulusan sarjana dapat mengikuti magang selama enam bulan di perusahaan mitra. Selama menjalani program, peserta memperoleh penghasilan sekitar Rp3,5 juta hingga Rp6 juta per bulan yang disesuaikan dengan upah minimum kabupaten/kota di wilayah tempat mereka bekerja.

Selain mendapatkan pengalaman kerja, peserta juga memperoleh pendampingan dari mentor atau pekerja senior di perusahaan untuk meningkatkan keterampilan dan kesiapan memasuki dunia kerja.

“(Peserta PMN) dilatih dan didampingi oleh mentor atau pekerja senior perusahaannya agar skillnya bertambah. Tahun ini juga tidak hanya merekrut lulusan S1, tetapi juga dari profesi dan saudara kita dari difabel,” ujar Teddy.

Teddy mengatakan Program Magang Nasional telah diikuti sekitar 100 ribu peserta pada 2025. Pada tahun ini, jumlah peserta meningkat menjadi 150 ribu orang yang akan ditempatkan di sekitar 8.800 perusahaan milik negara maupun swasta.

Menurut Teddy, pelaksanaan program pada tahun pertama menunjukkan hasil yang positif. Sekitar 30% atau sekitar 30 ribu peserta yang mengikuti program pada 2025 telah direkrut sebagai pegawai tetap setelah menyelesaikan masa magang.

Selain itu, sekitar 30% peserta lainnya masih berada dalam proses rekrutmen dan diperkirakan memperoleh panggilan kerja dalam kurun waktu dua hingga tiga bulan setelah menyelesaikan program magang. “Artinya program ini juga adalah jembatan nyata bagi mahasiswa yang lulus untuk dapat langsung bekerja dan mendapat penghasilan,” kata Teddy.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...