Harga LNG Turunkan Biaya Produksi hingga 5%, Industri Kaca Tunggu Realisasi AGIT
Industri kaca menyambut penurunan harga gas regasifikasi LNG dari US$ 20 menjadi US$ 13 per MMBTU. Namun, mereka meminta pemerintah memastikan realisasi harga tersebut oleh PGN serta pemenuhan Alokasi Gas Industri Tertentu (AGIT) sebesar 80%.
Ketua Umum Asosiasi Kaca Lembaran dan Pengaman (AKLP) Yustinus Gunawan mengatakan penurunan harga gas tersebut menjadi langkah positif bagi industri kaca yang selama ini menghadapi tekanan biaya produksi.
“Yang perlu dikontrol adalah pelaksanaan oleh PGN, karena memang berlaku mulai Juni 2026,” ujar Yustinus kepada Katadata.co.id, Selasa (30/6).
Harga gas regasifikasi LNG sebesar US$ 13 per MMBTU dapat membantu menekan tekanan biaya industri, termasuk mengurangi risiko pengurangan produksi hingga pemutusan hubungan kerja (PHK).
“Namun yang krusial adalah pelaksanaan US$ 13/MMBTU oleh PGN dan AGIT 80% yang seharusnya berlaku mulai Juni ini,” ujarnya.
Realisasi kebijakan menjadi faktor penting, sebab jika harga gas telah turun dan pemenuhan AGIT yang mencapai 80% untuk skema harga gas bumi murah alias Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) berjalan sesuai ketentuan, maka porsi biaya gas terhadap total biaya produksi dapat turun.
“Porsi biaya gas terhadap total biaya produksi bisa turun 5%, kembali ke porsi 26,5% pada akhir tahun 2025,” katanya.
Peluang Memperluas Pasar
Dengan harga gas yang lebih kompetitif, industri berpeluang kembali memperluas pasar dan mencari kesepakatan pesanan baru. Kapasitas terpasang industri kaca lembaran mencapai sekitar 2,7 juta ton per tahun. Dari jumlah itu, potensi ekspor mencapai sekitar dua pertiga kapasitas produksi.
Namun, Yustinus menyatakan industri saat ini masih menunggu bukti realisasi kebijakan tersebut, terutama terkait volume gas yang diterima oleh industri. “Fokus dulu pada bukti realisasi volume Kepmen HGBT dan gas regasifikasi LNG US$ 13,” ujarnya.
Ia berharap implementasi kebijakan gas industri dapat berjalan sesuai keputusan pemerintah agar sektor manufaktur, termasuk industri kaca, dapat menjaga daya saing dan mempertahankan keberlangsungan usaha.
