Said Iqbal: Pemerintah Buka Opsi Selamatkan PT Granito Lewat Danantara

Kamila Meilina
2 Juli 2026, 06:08
pt granito, phk, said iqbal, granito
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/nz
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal (tengah) bersama Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea (kanan) dan Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Ely Rosita Silaban memberikan keterangan usai bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (1/9/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, menyebut pemerintah membuka opsi penyelamatan PT Granito melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk mencegah terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK).

Said mengatakan PT Granito menjadi salah satu perusahaan yang dibahas dalam rapat Satgas PHK bersama Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad.

Menurutnya, Danantara siap memberikan bantuan apabila PT Granito membutuhkan suntikan modal agar operasional perusahaan tetap berjalan.

"Kalau PT Granito memang membutuhkan bantuan Danantara sebagai suntikan modal agar tidak terjadi PHK. Prinsipnya, kata Satgas PHK, Danantara siap," ujar Said usai bertemu COO Danantara Dony Oskaria di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Rabu (1/7).

Meski demikian, Said mengatakan bahwa bantuan tersebut harus melalui kajian kelayakan bisnis, termasuk memastikan produk PT Granito masih mampu bersaing di pasar.

Ia mengatakan persoalan utama yang sebelumnya menekan industri granit dan keramik adalah tingginya harga gas industri. Namun, pemerintah telah menurunkan harga gas industri dari kisaran US$20–23 per MMBTU menjadi US$13 per MMBTU.

Dengan penurunan harga gas tersebut, Said menyebut perusahaan granit dan keramik mulai mendapat ruang untuk memperbaiki struktur biaya dan mengurangi risiko PHK.

"Perusahaan-perusahaan granit dan keramik bisa sementara ini lega di struktur biayanya dan tidak melakukan PHK," katanya.

Said juga meluruskan isu PHK besar-besaran di PT Granito. Menurutnya, PHK yang terjadi mencapai ratusan pekerja, bukan puluhan ribu. "Tidak sampai 55 ribu, itu saya luruskan," ujar Said.

Ia menjelaskan, PHK terjadi karena perubahan strategi bisnis perusahaan yang melakukan diversifikasi usaha dan tidak lagi fokus pada produksi granit.

Saat ini, kata Said, tantangan industri granit dan keramik adalah masuknya produk impor yang lebih murah. Ia menyebut harga granit dan keramik impor bisa lebih rendah hingga 50 persen dibanding produk dalam negeri.

"Setelah harga gas turun, tantangannya adalah menghadapi impor granit dan keramik yang harganya 50 persen lebih murah," ujarnya.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Kamila Meilina

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...