PTPN III Pangkas 50 Anak Usaha, Tersisa 19 Entitas pada Akhir Tahun

Mela Syaharani
6 Juli 2026, 18:06
PTPN iii,
PTPN
PTPN
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT Perkebunan Nusantara atau PTPN III menargetkan pemangkasan jumlah entitas bisnis dari 69 menjadi 19 entitas pada akhir tahun. Langkah ini merupakan bagian dari restrukturisasi korporasi yang dijalankan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto dan pemegang saham.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PTPN III Iswahyudi mengatakan, penyederhanaan struktur perusahaan akan dilakukan melalui penggabungan sejumlah entitas, skema roll up, hingga likuidasi beberapa perusahaan.

"Jadi total kami memiliki 69 entitas bisnis, namun akan dikurangi menjadi 19 entitas saja. Kami targetkan (rampung) pada Desember 2026," kata Iswahyudi dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI, Senin (6/7).

Menurut dia, perampingan 50 entitas usaha merupakan bagian dari transformasi bisnis PTPN agar organisasi menjadi lebih sederhana dan fokus pada bisnis inti.

Selain restrukturisasi entitas, PTPN menyiapkan lima aksi korporasi utama yang dijalankan sepanjang tahun ini. Pertama, menyelesaikan konsolidasi bisnis gula BUMN. PTPN menggabungkan tiga entitas bisnis gula menjadi satu perusahaan di bawah PT Sinergi Gula Nusantara (SGN).

Kedua, pemurnian bisnis grup (shareholder settlement). Pada sektor kelapa sawit, seluruh pengelolaan lahan sawit seluas 570 ribu hektare akan dipusatkan di bawah PTPN IV atau PalmCo.

Iswahyudi menjelaskan, sekitar 200 ribu hektare lahan sawit saat ini masih dimiliki PTPN I tetapi dikelola PTPN IV melalui kerja sama operasi (KSO). Melalui restrukturisasi tersebut, kepemilikan dan pengelolaan diharapkan berada dalam satu entitas.

"Maka, ke depan seluruh pengelolaan sawit dari hulu ke hilir akan dilakukan di bawah PalmCo," ujarnya.

Pemurnian bisnis juga dilakukan pada sektor tebu. Saat ini sekitar 69 ribu hektare lahan tebu masih dimiliki PTPN I, sedangkan kegiatan produksi dan pengelolaannya dilakukan oleh SGN. Ke depan, kepemilikan dan pengelolaan lahan tersebut akan dipusatkan di bawah SGN.

Aksi korporasi ketiga, menjalankan program operational excellence. Menurut Iswahyudi, masih terdapat pekerjaan rumah pada tiga komoditas, yakni karet, teh, dan kopi, yang secara operasional maupun keuangan masih tergolong marginal sehingga memerlukan program turnaround.

Keempat, PTPN akan melakukan pelepasan aset yang berkaitan dengan program nasional, seperti pembangunan jalan tol maupun penggunaan lahan untuk infrastruktur ketenagalistrikan.

"Mau tidak mau memang ini harus kami keluarkan dari aset-aset kami," katanya.

Terakhir, mempercepat hilirisasi dan ekstensifikasi komoditas perkebunan. Program ini ditujukan agar produk perkebunan tidak berhenti pada produksi bahan baku, tetapi diolah hingga menghasilkan nilai tambah yang lebih tinggi.

Komoditas yang menjadi fokus antara lain kelapa sawit, kelapa, tebu, hingga pala.

Konsolidasi Holding Gula Berlanjut

Restrukturisasi bisnis gula PTPN sejalan dengan rencana pemerintah membentuk holding gula nasional.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara Dony Oskaria mengatakan pemerintah akan menggabungkan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID FOOD dengan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN).

Menurut Dony, konsolidasi tersebut ditargetkan selesai pada semester II dan akan membentuk satu holding pabrik gula yang menguasai sekitar 60% pasar gula nasional.

Selain membentuk holding, merger itu dilakukan agar SGN berfokus sebagai perusahaan agrikultur dan manufaktur komoditas gula serta tanaman lainnya, sedangkan ID FOOD akan difokuskan sebagai perusahaan perdagangan pangan.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...