Capai Swasembada Beras, Kementan Bidik Indonesia Jadi Eksportir Pangan

Kamila Meilina
10 Juli 2026, 14:36
eksportir, pangan, swasembada beras
ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/bar
Petugas Bulog mengecek stok cadangan beras yang tersimpan di Gudang Perum Bulog Kantor Cabang Surakarta, Ngabeyan, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (2/7/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kementerian Pertanian (Kementan) membidik Indonesia menjadi eksportir pangan setelah mengklaim berhasil mencapai swasembada beras pada 2025. Pemerintah kini mulai menggeser fokus kebijakan dari pemenuhan kebutuhan dalam negeri menuju peningkatan kesejahteraan petani melalui peningkatan produktivitas dan surplus pangan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan target ekspor itu akan ditempuh melalui transformasi pertanian modern, peningkatan indeks pertanaman, serta penerapan metode budidaya baru yang diklaim mampu mendongkrak produktivitas padi hingga 11–12 ton per hektare.

"Kalau dulu bagaimana memenuhi kebutuhan dalam negeri, swasembada. Sekarang meningkat menjadi petani sejahtera," kata Amran, dikutip dari YouTube Kementan, Kamis (9/7).

Pemerintah menargetkan seluruh sistem pertanian modern dapat diterapkan secara luas dalam tiga tahun ke depan sehingga Indonesia mampu menjadi pemasok pangan bagi negara lain.

Dalam simulasi Kementan, lahan irigasi seluas sekitar 4,6 juta hektare ditargetkan dapat ditanami tiga kali dalam setahun dengan produktivitas rata-rata 10 ton per hektare. Sementara lahan nonirigasi seluas sekitar 3,3 juta hektare ditargetkan dua kali tanam.

Dengan asumsi itu, produksi gabah nasional diproyeksikan mencapai sekitar 208 juta ton atau setara sekitar 114 juta ton beras. Dengan kebutuhan beras nasional sekitar 31 juta ton, Indonesia diperkirakan memiliki surplus hingga 83 juta ton.

"Kalau infrastruktur terbangun, kita tentukan ekspor berapa, mau 20 juta ton, 30 juta ton, itu bisa," ujarnya.

Mekanisasi Pertanian untuk Tingkatkan Produktivitas

Amran mengatakan peningkatan produktivitas akan didukung melalui mekanisasi pertanian, penggunaan drone, pengembangan metode tanam yang mengombinasikan sistem Jajar Legowo dengan praktik budidaya dari Amerika Serikat dan negara lain, serta penguatan infrastruktur irigasi.

Selain beras, Kementan juga menargetkan peningkatan produksi komoditas strategis lain seperti kedelai, gandum, dan bawang agar dapat memenuhi kebutuhan domestik sekaligus memperkuat potensi ekspor pangan Indonesia.

Di sisi lain, Amran mengakui peningkatan produksi juga akan diikuti tantangan penyimpanan. Saat ini stok beras nasional telah mencapai sekitar 5,2 juta ton, sementara kapasitas gudang Bulog sekitar 3 juta ton dan gudang sewa sekitar 2 juta ton. Menurut dia, penambahan kapasitas penyimpanan menjadi salah satu pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah apabila produksi terus meningkat.



add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Kamila Meilina

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...