MRT Jakarta Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Hubungkan 4 Kawasan

Kamila Meilina
30 Juli 2026, 22:15
MRT
ANTARA FOTO/Fauzan/tom.
Finalis Abang None Jakarta Utara 2026 mengikuti simulasi sebagai petugas stasiun saat kunjungan industri di Stasiun MRT Dukuh Atas, Jakarta, Jumat (3/7/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT MRT Jakarta mempersiapkan jalur penghubung pejalan kaki Pedestrian Deck Dukuh Atas dengan bentuk yang ikonik menyerupai cincin donat untuk mengintegrasikan kawasan Sudirman dengan berbagai moda transportasi publik. Fasilitas baru ini diproyeksi dapat memangkas waktu perjalanan kaki hingga lima menit.

Advisor Program Management Office Division MRT Jakarta, Agus Trihan mengatakan, hasil kajian menunjukkan pembangunan pedestrian deck bisa mempercepat perpindahan pengguna transportasi umum, terutama pada rute-rute yang selama ini mengharuskan pejalan kaki memutar cukup jauh.

"Perpindahan antarmoda memang penghematannya sekitar dua sampai tiga menit. Tetapi yang paling signifikan itu dari sisi Landmark ke Shangri-La. Saat ini orang harus turun, memutar, lalu naik lagi. Dengan pedestrian deck ini bisa menghemat sekitar empat sampai lima menit," ujar Agus di Jakarta Selatan, Kamis (30/7). 

Penghematan waktu itu disebabkan pejalan kaki tidak lagi harus turun ke permukaan jalan atau menyebrang banyak persimpangan untuk berpindah antarmoda transportasi. Mereka cukup berjalan melalui pedestrian deck yang langsung menghubungkan titik-titik tujuan.

Selain memangkas waktu perjalanan, infrastruktur ini juga diharapkan dapat mengurai kepadatan pejalan kaki yang selama ini terpusat di Terowongan Kendal sekitar stasiun KRL Sudirman dan MRT Dukuh Atas BNI. 

"Saat ini akses utama perpindahan antarkuadran masih terpusat di Terowongan Kendal. Dengan adanya pedestrian deck, masyarakat akan memiliki alternatif jalur perpindahan sehingga kepadatan di Terowongan Kendal dapat berkurang," katanya.

Hubungkan 4 Kawasan

Agus menjelaskan, Pedestrian Deck Dukuh Atas dibangun untuk mengatasi fragmentasi kawasan Dukuh Atas yang saat ini terbagi ke dalam empat kuadran.

Kawasan tersebut mencakup area Stasiun KRL BNI City dan MRT Dukuh Atas BNI di sisi utara (Q1); kawasan Stasiun Sudirman dan LRT Dukuh Atas (Q2); Kompleks Wisma 46 BNI (Q3), hingga; ke kawasan Halte TransJakarta Galunggung dan Kompleks Landmark (Q4). Selama ini, perpindahan antarkuadran dinilai kurang nyaman karena pejalan kaki harus turun ke permukaan jalan dan memutar cukup jauh.

"Fokus utama proyek ini adalah menghubungkan empat kawasan yang selama ini terfragmentasi. Di kawasan ini juga terdapat berbagai moda transportasi seperti MRT, KRL Commuter Line, LRT Jabodebek, dan Transjakarta sehingga konektivitas antarmoda menjadi perhatian utama," ujarnya.

Pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas BNI menjadi kelanjutan dari penataan kawasan Dukuh Atas yang sebelumnya telah menghadirkan kawasan Kendal yang lebih ramah pejalan kaki, revitalisasi Jalan Gelora, hingga pembangunan Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) Dukuh Atas.

Pedestrian deck tersebut dirancang bukan sekadar menjadi jembatan penyeberangan, melainkan sebagai simpul konektivitas yang menghubungkan berbagai moda transportasi publik. Ke depan, Green Loop diproyeksikan dapat terhubung dengan Stasiun Sudirman, KRL Commuter Line, LRT Jabodebek, Transjakarta, hingga rencana pengembangan LRT Jakarta.

MRT Jakarta juga telah berdiskusi dengan LRT Jakarta agar stasiun yang direncanakan di kawasan tersebut dapat langsung terkoneksi dengan pedestrian deck melalui level concourse.

"Pedestrian deck ini kami harapkan menjadi katalis yang mendorong seluruh operator transportasi publik untuk ikut menghubungkan fasilitasnya sehingga kawasan ini menjadi lebih seamless," kata Agus.

Secara desain, alur pejalan kaki berbentuk cincin donat ini memiliki diameter sekitar 100 meter dengan ketinggian sekitar delapan meter dari permukaan Jalan Jenderal Sudirman.

Fasilitas yang disiapkan meliputi tiga eskalator, tiga elevator, serta akses ramah disabilitas melalui ramp. Jalur utama pejalan kaki memiliki lebar sekitar 4—5 meter, sementara pada sejumlah titik diperlebar hingga sekitar 7 meter.

Di area yang lebih luas tersebut, MRT Jakarta juga berencana menghadirkan ruang untuk menikmati Patung Jenderal Sudirman sekaligus galeri sejarah yang memuat informasi mengenai tokoh maupun kawasan tersebut.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Kamila Meilina
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...