Coca-Cola Andalkan Sepak Bola untuk Dongkrak Bisnis di Indonesia
PT Coca-Cola Indonesia menjadikan sepak bola sebagai salah satu platform strategi untuk memperkuat kedekatan dengan konsumen sekaligus menopang kelangsungan bisnis di pasar Indonesia.
Presiden Direktur Coca-Cola Indonesia Eva Lusiana mengatakan tingginya jumlah penggemar sepak bola di Indonesia membuat olahraga tersebut memiliki daya tarik yang kuat bagi perusahaan. Oleh karena itu, Coca-Cola tidak hanya hadir sebagai sponsor sepak bola global, tetapi juga memperluas aktivitasnya hingga ke tingkat akar rumput .
"Coca-Cola memang menjadi salah satu sponsor utama di Piala Dunia kemarin. Lagi-lagi, memang ini bergema sekali dengan konsumen Indonesia begitu besar," kata Eva usai acara media brief Coca-Cola di Jakarta Selatan, Jumat (31/7).
Menurutnya, kehadiran Coca-Cola dalam Piala Dunia memberikan dampak yang tidak hanya berkaitan dengan merek, tetapi juga menciptakan pengalaman dan kedekatan emosional dengan konsumen.
Berbagai aktivitas yang dilakukan selama penyelenggaraan Piala Dunia memberikan kesempatan bagi konsumen Indonesia untuk berinteraksi lebih dekat dengan merek Coca-Cola. Salah satunya melalui aktivitas yang berkaitan dengan pengalaman menonton pertandingan bersama.
Ke depan, Coca-Cola berencana mempertahankan strategi tersebut dengan menggandeng lebih banyak olahraga, khususnya sepak bola, baik di tingkat regional maupun nasional.
Selain itu, akan ada banyak olahraga atau tim sepak bola yang akan diajak bekerja sama.
Meski sponsorship olahraga merupakan bagian dari strategi bisnis, Eva mengatakan dampaknya tidak semata-mata diukur dari peningkatan pendapatan secara langsung.
Menurut dia, perusahaan juga mempertimbangkan dampak sponsorship terhadap keintiman merek atau kedekatan emosional dengan konsumen.
“Dampaknya mungkin tidak hanya berhubungan dengan bisnis saja, tapi dampaknya terhadap kedekatan emosional dengan konsumen Indonesia,” ujarnya.
Dengan pendekatan itu, Coca-Cola melihat sepak bola sebagai salah satu sarana untuk membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen, bukan hanya sebagai saluran promosi pada saat berlangsungnya sebuah turnamen.
Strategi tersebut akan terus dikembangkan pada berbagai ajang sepak bola berikutnya. “Yang kita tuju itu justru kebersamaan konsumennya dulu. Dan tentu saja karena kita ada di bisnis, bisnis juga menjadi fokus kita,” katanya.
Ke depan, Coca-Cola akan mencari berbagai kesempatan untuk menghadirkan kembali pengalaman serupa Piala Dunia melalui ajang olahraga di tingkat regional maupun nasional.
Strategi ini menjadi bagian dari upaya Coca-Cola mempertahankan relevansinya di pasar Indonesia, terutama menjelang 100 tahun kehadirannya di Tanah Air. Perusahaan menilai kedekatan dengan konsumen melalui berbagai platform , termasuk olahraga, akan menjadi salah satu fondasi untuk menjaga keinginan bisnis dalam jangka panjang.
Momentum Piala Dunia Dorong Bisnis Global
Strategi Coca-Cola di Indonesia sejalan dengan pengalaman bisnis perusahaan secara global. Melansir Reuters (28/7), Coca-Cola menyebut momentum Piala Dunia turut memberikan dorongan terhadap penjualan minuman energi, khususnya Powerade.
Coca-Cola juga mencatat pendapatan kuartal II 2026 sebesar US$13,37 miliar, naik sekitar 6% dan melampaui perkiraan sebesar US$13,16 miliar. Perusahaan kemudian menaikkan proyeksi pertumbuhan pendapatan organik 2026 menjadi sekitar 5%, dari sebelumnya 4%-5%.
Kinerja yang melampaui ekspektasi tersebut turut mendorong Coca-Cola menaikkan target kinerja tahunannya. Saham Coca-Cola bahkan sempat menyentuh rekor US$90,13 dan naik hingga 7% pada perdagangan Selasa, yang menempatkannya di jalur kenaikan harian terbaik sejak Juni 2009.
Peningkatan konsumsi selama Piala Dunia ikut memperkuat momentum penjualan minuman utama Coca-Cola dan produk minuman tanpa gula.
